Google Cloud resmi meluncurkan inovasi terbaru anti ransomware di Google Drive for Desktop dengan menghadirkan fitur deteksi dan intervensi ransomware berbasis kecerdasan buatan (AI). Fitur anti ransomware dirancang untuk melindungi pengguna dari ancaman ransomware, yaitu salah satu bentuk serangan siber paling merusak yang mengincar berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan ritel hingga pemerintahan.
Diluncurkan melalui program open beta pada 30 September 2025, fitur ini tersedia tanpa biaya tambahan bagi sebagian besar paket komersial Google Workspace, serta dilengkapi kemampuan pemulihan file yang dapat diakses oleh seluruh pelanggan.
Cara Kerja Fitur Anti Ransomware Berbasis AI
Fitur anti ransomware didukung oleh model AI eksklusif yang dilatih menggunakan jutaan sampel ransomware nyata dan terintegrasi dengan basis data intelijen ancaman dari VirusTotal. Teknologi ini mampu mengenali pola khas serangan ransomware, seperti upaya enkripsi massal terhadap file dan secara otomatis menghentikan proses sinkronisasi ke cloud untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Dengan cara ini, sistem menciptakan semacam perisai pelindung di sekitar file pengguna untuk menjaga keamanan data penting.
Baca Juga: Deepfake: Ancaman Nyata Dunia Digital yang Harus Diwaspadai
Ketika aktivitas mencurigakan terdeteksi, pengguna akan segera menerima notifikasi melalui desktop dan email, disertai panduan pemulihan file yang mudah diakses lewat antarmuka web Google Drive. Proses pemulihan ini jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan metode tradisional yang biasanya memerlukanre-imaging sistem atau penggunaan perangkat lunak pihak ketiga yang mahal. Selain itu, perlindungan malware bawaan Google Drive turut mencegah penyebaran ransomware ke perangkat lain dalam jaringan.
Mengapa Fitur Ini Penting?
Menurut laporan Mandiant, bagian dari Google Cloud, sebanyak 21% insiden penyusupan siber pada tahun 2024 berkaitan dengan ransomware, dengan rata-rata kerugian finansial mencapai lebih dari US$5 juta per kasus. Di Jepang dan Asia Pasifik, 89% organisasi baru menyadari adanya serangan setelah menerima peringatan dari pihak luar, seperti pelaku serangan atau aparat penegak hukum. Fakta ini menunjukkan masih lemahnya kemampuan deteksi internal di banyak organisasi.
Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, menyebut fitur baru ini sebagai lapisan pertahanan tambahan yang tidak hanya mencegah serangan ransomware, tetapi juga mengurangi dampaknya apabila serangan berhasil menembus sistem.
Ransomware bukan lagi sekadar isu teknologi informasi, melainkan ancaman nyata yang dapat mengganggu operasi inti bisnis, mulai dari manufaktur, ritel, hingga layanan kesehatan. Fanly menjelaskan bahwa kecerdasan buatan yang mereka kembangkan mampu mengenali pola serangan dan menciptakan perlindungan sebelum kerusakan meluas.
Keunggulan untuk Pengguna dan Administrator
Fitur anti ransomware tersedia untuk pengguna Windows dan macOS, yang memungkinkan sinkronisasi file ke cloud secara lebih aman dan efisien. Administrator TI juga mendapat kendali penuh melalui konsol Admin dan pusat keamanan, termasuk akses ke log audit terperinci untuk memantau aktivitas yang mencurigakan terkait ransomware. Fitur ini aktif secara default, namun administrator tetap dapat menonaktifkan fungsi deteksi, intervensi, atau pemulihan bila diperlukan.
Dokumen bawaan Google Workspace, seperti Google Docs dan Google Sheets, serta sistem operasi ChromeOS, diklaim memiliki perlindungan alami terhadap ransomware. Meski begitu, fitur anti ransomware dirancang untuk memberikan lapisan keamanan tambahan bagi file eksternal seperti PDF dan dokumen Microsoft Office yang lebih rentan menjadi target serangan.
Solusi Komprehensif untuk Ancaman Siber
Pendekatan tradisional yang hanya mengandalkan antivirus untuk memblokir kode berbahaya kini tak lagi memadai, karena ransomware modern mampu menembus perlindungan tersebut. Melalui fitur anti ransomware, Google Cloud menghadirkan solusi yang lebih komprehensif karena tidak hanya mencegah serangan masuk, tetapi juga meminimalkan dampaknya lewat intervensi cepat dan proses pemulihan data yang sederhana.
Baca Juga: Tips Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital
Fitur deteksi dan intervensi ransomware berbasis AI di Google Drive for Desktop ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan digital. Dengan melindungi bisnis, sekolah, rumah sakit, dan lembaga pemerintah dari ancaman siber yang semakin kompleks, Google Cloud berupaya menekan risiko kerugian finansial, gangguan operasional, serta kebocoran data sensitif akibat serangan ransomware.

