Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
musim hujan

7 Tips Aman Menghadapi Musim Hujan agar Tetap Sehat dan Aktif

Oleh:

BMKG memperingatkan puncak musim hujan akan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. Sejak akhir Oktober, 43,8 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Curah hujan tinggi, angin kencang, hingga potensi siklon tropis mulai muncul di berbagai daerah. Cuaca ekstrem ini bukan hanya berisiko menimbulkan bencana alam, tapi juga penyakit.

Perubahan cuaca yang cepat, suhu lembap, dan hujan terus-menerus menciptakan lingkungan ideal bagi virus, bakteri, dan jamur berkembang biak. Tubuh yang tidak fit mudah terserang penyakit, terutama ketika daya tahan menurun karena perubahan suhu ekstrem.

Kenapa Tubuh Lebih Mudah Sakit Saat Musim Hujan?

Musim hujan sering membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Cuaca ekstrem dan suhu yang dingin dapat memicu stres fisik yang menurunkan daya tahan tubuh. Pada saat yang sama, kelembapan udara yang tinggi menciptakan kondisi ideal bagi virus, bakteri, dan jamur untuk berkembang biak. The National Institutes of Health mencatat bahwa udara lembap memperlambat kematian mikroorganisme sehingga risiko penularan penyakit.

Minimnya sinar matahari selama musim hujan juga membuat tubuh kekurangan vitamin D. MenurutMedical News Today, vitamin D berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin ini dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi.Suhu udara yang lebih dingin turut memperburuk kondisi tersebut.

Northwestern Medicine menjelaskan bahwa udara dingin dapat menurunkan respons imun, membuat virus penyebab pilek dan batuk lebih mudah menyerang. Kombinasi antara udara lembap, kurangnya sinar matahari, dan suhu rendah menjadikan tubuh lebih mudah sakit saat musim hujan.

Penyakit yang Sering Muncul di Musim Hujan

Mengutip dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut sejumlah penyakit yang sering muncul saat musim hujan:

1. Influenza

Virus influenza menyebar lewat batuk, bersin, atau tangan yang menyentuh benda terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan nyeri otot.

2. Demam Berdarah

NyamukAedes aegypti berkembang biak di genangan air dan menularkan demam berdarah. Gejalanya berupa demam tinggi, nyeri otot, dan muncul bintik merah di kulit. .

3. Diare

Diare terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri atau virus. Gejalanya berupa feses cair, sakit perut, dan tubuh terasa lemas.

4. Leptospirosis

BakteriLeptospira dari urine hewan yang mencemari genangan air dapat menyebabkan leptospirosis. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, dan mual.

Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit di Musim Hujan

Musim hujan sering membuat daya tahan tubuh menurun. Udara dingin, sinar matahari yang jarang muncul, dan kelembapan tinggi bisa memicu munculnya berbagai penyakit. Karena itu, tubuh perlu dijaga agar tetap bugar dan kuat melawan infeksi. Berikut cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.

1. Penuhi kebutuhan cairan

Tubuh tetap kehilangan cairan meski udara terasa sejuk. Minum air putih secara teratur tanpa menunggu rasa haus. Sup hangat, teh tanpa gula, dan buah berair seperti semangka atau jeruk juga membantu menjaga hidrasi tubuh.

2. Konsumsi makanan tinggi antioksidan

Perbanyak asupan sayur dan buah berwarna cerah seperti jeruk, bayam, brokoli, dan wortel. Kandungan vitamin C, beta karoten, dan antioksidan di dalamnya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan bila mulai merasa tidak enak badan.

3. Berolahraga di dalam ruangan

Cuaca hujan tidak harus menghentikan aktivitas fisik. Lakukan yoga, peregangan, zumba, atau skipping di rumah. Aktivitas ini membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga metabolisme tetap aktif.

4. Tidur yang cukup

Tidur malam 7–8 jam memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan energi dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Kurang tidur justru menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko terserang flu atau batuk.

5. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah. Segera ganti pakaian basah dan hindari menumpuk pakaian lembap karena bisa menjadi sarang jamur. Pastikan rumah memiliki ventilasi yang cukup dan tidak ada genangan air agar nyamuk tidak berkembang biak.

6. Gunakan pakaian sesuai musim

Kenakan jaket tebal, sepatu tertutup, dan selalu siapkan payung atau jas hujan. Pakaian yang sesuai cuaca membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mencegah masuk angin.

7. Pertimbangkan vaksin influenza

Vaksin flu dapat menjadi langkah pencegahan tambahan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Vaksin ini membantu tubuh mengenali dan melawan virus lebih cepat ketika paparan terjadi.

Musim hujan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Dengan mengenali risikonya dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, kamu bisa tetap beraktivitas tanpa khawatir sakit. Mulai dari hal kecil: minum air cukup, makan bergizi, dan jaga kebersihan. Tubuh yang kuat adalah kunci menikmati sejuknya hujan dengan tenang.