Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Hasina Divonis Hukuman Mati Imbas Memerintahkan Kekerasan Dalam Merespon Demonstrasi. Sumber Reuters

Imbas Demonstrasi Mematikan, Mantan PM Bangladesh Divonis Hukuman Mati

Oleh:

Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina (78) mendapatkan vonis hukuman mati melalui putusan Pengadilan Kejahatan Internasional, di Dhaka, Senin (17/11/2025). Pengadilan menyatakan Hasina bersalah atas kejahatan kemanusiaan dalam merespon aksi demonstrasi pada tahun lalu, ketika masa pemerintahannya.

Hakim Md Golam Mortuza Mozumder memimpin sidang dengan putusan setebal 453 halaman. Majelis hakim menilai kejahatan terhadap demonstran terjadi dengan sepengetahuan Hasina. Putusan pengadilan menyatakan Hasina bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan dan menyebutnya sebagai ‘komandan tertinggi atas seluruh kekejaman.’

“Hasina dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan, termasuk penghasutan, perintah untuk membunuh, dan tidak bertindak untuk mencegah kekejaman tersebut,” kata hakim Mozumder di ruang sidang di Dhaka, ibu kota Bangladesh.

“Kami telah memutuskan untuk menjatuhkannya hanya satu hukuman, yaitu hukuman mati,” imbuhnya.

Persidangan ini telah dilakukan sejak 1 Juni lalu untuk mengungkapkan peran Hasina dalam memerintahkan tindakan kejahatan kemanusiaan dalam merespon demonstrasi. Hakim menilai Hasina hendak mempertahankan kekuasaan untuk keluarganya.

“Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekuasaan secara permanen demi dirinya sendiri dan keluarganya,” sebut jaksa Islam.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Februari 2025 mencatat sekitar 1.400 orang kemungkinan tewas dalam aksi unjuk rasa. Penasihat Kesehatan Negara di bawah pemerintahan interim memperkirakan lebih dari 800 orang tewas dan sekitar 14.000 orang terluka.

Aksi demonstrasi warga kala itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang hanya menguntungkan keluarga Hasina. Kemarahan publik terjadi pada Juni 2024 saat Pengadilan Tinggi Bangladesh menentukan 30 persen kuota aparatur sipil negara untuk keluarga veteran dari perang kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971.

Mahasiswa mengkritik kebijakan hanya menguntungkan Partai Liga Awami pendukung Hasina. Sekalipun Mahkamah Agung Bangladesh mengurangi kuota menjadi 5 persen, aksi demonstrasi telah terlanjur terjadi. Hasina memerintahkan tindakan kekerasan untuk mengatasi demonstrasi.

Imbas demonstrasi mematikan ini, 15 tahun kekuasaan Hasina berakhir pada 5 Agustus 2025. Hasina mengasingkan diri di India. Atas putusan vonis hukuman mati ini, status Hasina menjadi buron. Pemerintah Bangladesh tengah menuntut Pemerintah India agar segera mengekstradisi Hasina.