Dugaan deforestasi kembali muncul setelah video gelondongan kayu hanyut saat banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beredar luas di media sosial. Kayu berukuran besar yang ikut terbawa arus itu memicu kekhawatiran bahwa kerusakan hutan memperburuk banjir dan longsor di wilayah tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, bencana hidrometeorologi semakin sering dikaitkan dengan perubahan tutupan hutan, terutama ketika bukti visual seperti ini ramai dibicarakan publik.
Di tengah maraknya bencana, istilah deforestasi dan degradasi hutan sering muncul bersama. Banyak yang menganggap bahwa keduanya adalah hal yang sama, padahal maknanya berbeda dan dampaknya tidak selalu serupa. Lalu, apa yang membedakan deforestasi dan degradasi hutan?
Definisi
Menurut FAO, deforestasi adalah alih fungsi hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lain apa pun penyebabnya. Proses ini dapat terjadi karena aktivitas manusia atau faktor alami. Secara sederhana, deforestasi berarti hilangnya hutan secara permanen, terutama saat tutupan pohonnya turun di bawah 10 persen. Kondisi ini terlihat ketika hutan berubah menjadi kawasan pertanian, perkebunan, padang rumput, pertambangan, jalan, waduk, atau permukiman. Pada situasi ini, hutan tidak direncanakan tumbuh kembali seperti semula.
Berbeda dari penebangan biasa, deforestasi tidak mencakup area yang masih bisa pulih. Namun, deforestasi bisa muncul ketika hutan rusak berat akibat gangguan, pemanfaatan berlebihan, atau perubahan lingkungan yang membuat tutupan pohon terus menurun dan tidak mampu melewati ambang 10 persen. Intinya, deforestasi bukan hanya menebang pohon, melainkan hilangnya fungsi hutan sebagai ekosistem.
Sementara itu, degradasi hutan terjadi saat hutan masih ada secara fisik namun kualitasnya jauh menurun. Pohon mungkin masih berdiri, tetapi kondisi hutan tidak lagi sehat atau mampu mendukung kehidupan tanaman, hewan, dan manusia seperti sebelumnya. Dalam keadaan terdegradasi, jumlah spesies berkurang, tanah kehilangan kesuburan, dan kemampuan hutan menyimpan karbon atau menahan dampak perubahan iklim melemah.
Secara fisik, hutan yang terdegradasi tetap terlihat seperti hutan, tetapi fungsi ekologisnya tidak optimal. Hutan yang terdegradasi tetap tampak hijau, namun kinerjanya tidak sekuat dan tidak seasri sebelumnya.
Perbedaan deforestasi dan degradasi
1. Perubahan lahan
Perbedaan paling jelas antara deforestasi dan degradasi terlihat pada perubahan lahannya. Pada deforestasi, kawasan hutan benar-benar berubah menjadi non-hutan. Hutan diganti dengan bentuk penggunaan lain seperti perkebunan, tambang, jalan, atau permukiman hingga tutupan pohon hilang dan ekosistem tidak dapat pulih secara alami.
Pada degradasi, lahannya tetap berupa hutan tetapi kondisinya jauh lebih buruk. Pohon mungkin masih ada, namun kualitas hutan menurun akibat penebangan berlebihan, kebakaran, atau gangguan lain. Deforestasi menghapus hutan dari peta, sedangkan degradasi membuat hutan tetap ada namun kehilangan banyak fungsinya.
2. Penyebab umum
Penyebab keduanya juga berbeda. Deforestasi terjadi ketika hutan sengaja dialihfungsikan untuk kebutuhan lain seperti membuka perkebunan, membangun permukiman, atau membuka tambang. Proses ini menghilangkan hutan secara permanen karena tutupan pohon diganti bentuk penggunaan lahan baru.
Sebaliknya, degradasi dipicu kerusakan di dalam kawasan hutan tanpa mengubahnya menjadi jenis lahan lain. Contohnya penebangan liar, kebakaran berulang, atau aktivitas lain yang membuat hutan semakin rapuh. Deforestasi muncul karena pengalihfungsian lahan. Degradasi muncul karena kerusakan dari dalam kawasan hutan itu sendiri.
3. Dampak
Dari sisi dampak, keduanya meninggalkan konsekuensi berbeda. Deforestasi menyebabkan hilangnya ekosistem secara total karena kawasan hutan berubah menjadi penggunaan lain. Setelah tutupan hilang, kondisi ini bersifat permanen dan tidak bisa pulih tanpa upaya besar dalam waktu panjang.
Degradasi tidak menghilangkan hutan sepenuhnya, tetapi menurunkan fungsi ekosistem. Hutan masih terlihat ada, namun kemampuannya menyimpan air, menjaga tanah, menyimpan karbon, dan menjadi habitat spesies melemah. Kerusakan akibat degradasi masih bisa dipulihkan dengan pengelolaan yang tepat, berbeda dari deforestasi yang membutuhkan usaha jauh lebih besar.

