Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
deforestasi

Deforestasi di Indonesia Naik Terus Sejak 2020

Oleh:

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia menghadapi peningkatan deforestasi yang semakin terasa dampaknya. Deforestasi yang terus berlangsung tidak hanya tercatat dalam angka, tetapi juga tampak nyata lewat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tiga daerah ini menjadi cermin dari kerusakan lingkungan yang terus menumpuk.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI pada Kamis (4/12), memaparkan bahwa jika melihat lima tahun terakhir, angka deforestasi Indonesia tidak pernah kembali serendah tahun 2020. Meski pada 2025 terlihat sedikit penurunan, kerusakan yang terakumulasi selama bertahun-tahun tetap meninggalkan dampak besar yang kini terlihat jelas di lapangan, terutama di wilayah yang berulang kali dilanda banjir dan longsor.

Deforestasi Terus Naik Sejak 2020

Mengutip dari CNBC Indonesia, laju deforestasi di Indonesia memang terlihat naik-turun setiap tahun, tetapi arah besarnya justru terus memburuk. Pada 2020, Indonesia kehilangan 119.092 hektare hutan. Angka ini meningkat menjadi 139.449 hektare pada 2021, lalu sempat turun sedikit ke 119.449 hektare pada 2022. Namun penurunan tersebut tidak bertahan lama. Pada 2023, deforestasi kembali naik menjadi 145.439 hektare.

Situasi makin mengkhawatirkan pada 2024 ketika angka deforestasi meningkat tajam hingga 216.216 hektare dan menjadi angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sementara pada September 2025, meskipun tahun belum selesai, deforestasi sudah menyentuh 166.450 hektare. Meski demikian, Raja Juli menyebut bahwa deforestasi hingga September 2025 sebenarnya menurun jika dibandingkan dengan lonjakan besar pada 2024.

“Deforestasi Indonesia hingga September 2025 menurun hingga 49.766 ha atau 23,01% jika dibandingkan tahun 2024,” kata Raja Juli.

Tiga Provinsi Terdampak Banjir Juga Alami Lonjakan Deforestasi

Menhut juga memaparkan data dari tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menyebut bahwa deforestasi pada 2025 di ketiga wilayah tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2024. Namun, penurunan ini hanya terlihat karena perbandingannya dilakukan dengan satu tahun terakhir, bukan dengan keseluruhan tren lima tahun.

Padahal, jika melihat data lengkap yang ia paparkan sendiri, ketiga provinsi tersebut justru menunjukkan peningkatan deforestasi yang cukup signifikan sejak 2020.

1. Aceh

Di Aceh, laju deforestasi menunjukkan peningkatan yang konsisten sejak 2020. Pada tahun tersebut, hutan yang hilang tercatat seluas 1.918 hektare. Angkanya melonjak menjadi 3.626 hektare pada 2021 dan terus naik hingga 5.367 hektare pada 2022. Kenaikan berlanjut pada 2023 dengan kehilangan hutan mencapai 6.792 hektare, lalu meningkat tajam pada 2024 menjadi 11.228 hektare. Pada 2025, angka deforestasi sedikit turun menjadi 10.111 hektare per September, namun penurunan ini tidak mengubah fakta bahwa Aceh telah mengalami lonjakan deforestasi besar selama lima tahun terakhir.

2. Sumatra Utara

Sumatra Utara memperlihatkan pola yang hampir sama. Pada 2020, deforestasi masih berada di angka 1.233 hektare, tetapi meningkat signifikan pada 2021 menjadi 3.426 hektare. Lonjakan berlanjut hingga 5.599 hektare pada 2022 dan naik lagi menjadi 6.457 hektare pada 2023. Tahun 2024 mencatat angka tertinggi, yaitu 7.141 hektare, sebelum turun sedikit menjadi 6.142 hektare pada September 2025. Meski ada penurunan di tahun terakhir, tren keseluruhan tetap menunjukkan peningkatan yang besar dan berkelanjutan.

3. Sumatra Barat

Sumatra Barat juga mengalami pertumbuhan deforestasi dalam lima tahun terakhir, meski polanya sempat naik-turun. Pada 2020, kehilangan hutan hanya 774 hektare, tetapi melonjak menjadi 1.884 hektare pada 2021 dan naik drastis hingga 5.818 hektare pada 2022. Tahun 2023 sempat mencatat penurunan menjadi 4.523 hektare, namun angka tersebut kembali naik menjadi 6.634 hektare pada 2024. Pada September 2025, deforestasi turun sedikit ke 5.705 hektare, tetapi secara keseluruhan tetap memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun awal.