Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap anggaran sebesar Rp 52,9 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak Januari hingga 15 Desember 2025. Realisasi tersebut setara dengan 74,6 persen dari total pagu anggaran MBG tahun ini yang mencapai Rp 71 triliun.
Hingga pertengahan Desember 2025, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 50,7 juta orang dari target 82,9 juta penerima. “Saat ini penerimanya sudah 50,7 juta penerima dari 82,9 juta target, ini luar biasa memberi makan anak-anak kita,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita pada Kamis (18/12/2025), sebagaimana dikutip dari Tempo.
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut saat ini dilaksanakan melalui 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025 dan diterapkan secara bertahap di berbagai daerah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG terus meningkat sepanjang tahun. Pada Juni 2025, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp 5 triliun dengan 5,6 juta penerima. Angka tersebut meningkat menjadi Rp 7,3 triliun pada Juli dengan 7,6 juta penerima; Rp 10,7 triliun pada Agustus dengan 21,3 juta penerima; Rp 19,7 triliun pada September dengan 31,4 juta penerima; Rp 32,6 triliun pada Oktober dengan 39,7 juta penerima; serta Rp 46,5 triliun pada November dengan 43,8 juta penerima. “Sudah menyerap 741.985 pekerja,” kata Suahasil.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan alokasi anggaran program MBG dalam APBN 2026 sebesar Rp 335 triliun. Dengan target 82,9 juta penerima manfaat, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per hari atau setara Rp 25 triliun per bulan. BGN mencatat, harga rata-rata satu porsi makanan MBG sekitar Rp 10 ribu, dengan menu yang disediakan oleh SPPG berganti setiap hari.

