Es gabus mungkin terdengar asing bagi sebagian orang saat ini. Namun bagi generasi milenial, jajanan ini merupakan bagian dari kenangan masa kecil yang dinikmati sepulang sekolah atau saat bermain di lingkungan kampung. Belakangan, es gabus kembali menjadi sorotan setelah muncul anggapan bahwa camilan ini kini dibuat menggunakan bahan spons atau busa sintetis. Teksturnya yang empuk dan berpori pun membuat sebagian orang merasa ragu. Lalu, benarkah es gabus terbuat dari spons?
Jajanan Jadul yang Populer Sejak 1970-an
Es gabus atau yang juga dikenal sebagai es kue, mulai populer di Indonesia sejak tahun 1970-an dan semakin dikenal luas pada tahun1980 hingga 1990-an. Pada masa itu, berbagai jenis es rumahan menjadi jajanan favorit, terutama di kalangan anak-anak sekolah.
Penjual es gabus umumnya berkeliling menggunakan sepeda atau gerobak, lalu berhenti di depan sekolah, lapangan, gang permukiman, pasar kecil, area bermain anak, hingga sudut-sudut kampung yang ramai aktivitas warga. Harganya yang terjangkau, rasanya yang manis dan gurih, serta tampilannya yang berwarna-warni membuat jajanan ini sangat digemari anak-anak.
Ciri khas utama jajanan ini terletak pada teksturnya yang unik. Saat digigit, es ini tidak sekeras es batu atau es potong, tetapi juga tidak selembut es krim. Sensasinya empuk dan sedikit kenyal membuatnya terasa ringan di mulut. Karena teksturnya menyerupai gabus atau spons, masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan es gabus.
Pengaruh Budaya Tionghoa dalam Es Gabus
Asal-usul es gabus memang belum memiliki catatan sejarah yang benar-benar pasti. Sejumlah sumber menyebut jajanan ini berkembang di Pontianak, Kalimantan Barat, sementara sumber lain mengaitkannya dengan Yogyakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Perbedaan versi ini menunjukkan bahwa jajanan ini kemungkinan tumbuh dan menyebar di berbagai daerah secara bersamaan melalui kuliner rumahan.
Meski demikian, satu hal yang cukup jelas adalah adanya pengaruh budaya Tionghoa dalam kehadiran jajanan ini, terutama melalui penggunaan tepung hunkwe sebagai bahan utamanya. Mengutip dari Kompas, istilah “hunkwe” berasal dari dialek Tionghoa hún-kué yang merujuk pada tepung kacang hijau, bahan yang kerap digunakan dalam berbagai kudapan tradisional.
Tepung tersebut menghasilkan tekstur yang kenyal sekaligus padat ketika dimasak, namun tetap terasa empuk setelah dibekukan. Karakter tekstur inilah yang kemudian menjadi ciri khas es gabus dan membedakannya dari es krim pada umumnya.
Benarkah Es Gabus Terbuat dari Spons?
Es gabus sama sekali tidak dibuat dari spons maupun bahan sintetis. Jajanan ini justru menggunakan bahan-bahan pangan yang umum dijumpai dalam kuliner Indonesia, seperti tepung hunkwe, santan, gula, dan pewarna makanan.
Kesalahpahaman muncul karena tekstur jajanan ini yang berongga dan empuk tampak menyerupai spons. Padahal, rongga tersebut terbentuk secara alami melalui proses pemasakan dan pendinginan adonan. Saat campuran tepung dan santan dimasak hingga mengental lalu didinginkan, struktur adonan membentuk pori-pori kecil. Ketika kemudian dibekukan, tekstur tersebut tetap terasa empuk saat digigit.
Jadi, kemiripan tekstur dengan spons hanyalah hasil proses memasak, bukan karena penggunaan bahan berbahaya.
Cara Membuat Es Gabus di Rumah
Seiring waktu, penjual es gabus semakin jarang ditemukan, sehingga jajanan ini tidak lagi semudah dulu untuk dinikmati. Namun, Kamu tetap bisa menghadirkan kembali rasa nostalgia tersebut dengan membuatnya sendiri di rumah. Prosesnya pun cukup praktis dengan bahan yang mudah ditemukan. Berikut resep sederhana es gabus yang bisa Kamu coba di rumah.
Bahan:
- 60 gram tepung hunkwe
- 25 ml santan kental
- 600 ml air gula
- ¼ sendok teh garam
- Pewarna makanan alami secukupnya
Cara membuat:
- Larutkan tepung hunkwe dengan sebagian air gula hingga halus.
- Masak sisa air gula bersama santan, garam, dan pewarna hingga mendidih.
- Tuangkan larutan tepung ke dalam rebusan, aduk hingga rata.
- Masak kembali hingga adonan mengental dan meletup.
- Tuang ke loyang dan ratakan, lalu biarkan dingin.
- Potong adonan sesuai selera, bungkus, lalu simpan dalam freezer hingga membeku.
- Es gabus siap disajikan.
Di tengah maraknya jajanan modern, jajanan ini tetap menjadi pengingat bahwa camilan sederhana pun menyimpan cerita panjang tentang budaya dan kenangan masa kecil. Isu yang sempat meragukan bahan pembuatannya juga menunjukkan pentingnya mengenal kembali jajanan tradisional agar tidak mudah disalahpahami dan perlahan terlupakan. Meski kini penjualnya semakin jarang ditemui, jajanan ini tetap dapat dinikmati dengan membuatnya sendiri di rumah. Es gabus merupakan bagian dari warisan kuliner yang patut dijaga dan terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

