Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
blank

Wisata Makassar Bukan Cuma Coto, Coba 5 Ikan Bakar Ini

Oleh:

Mengunjungi Makassar jangan cuma berburu semangkuk coto. Coto memang ikonik, tetapi Makassar punya kuliner lain yang tak kalah menarik. Berwisata di kawasan kota maritim, kuliner ikan bakar patut dicoba untuk pengalaman menyelami kehidupan masyarakat lokal.

Menyaksikan para pelaku wisata memanggang ikan segar di depan warung sederhana. Asap tipis dari panggangan menguar wangi menyambut para pengunjung. Bersiaplah menikmati ikan segar yang dibakar dengan bumbu meresap sempurna, dilengkapi dengan aneka sambal segar bercita rasa tajam. Jangan malu-malu kalau pengen nambah nasi hangatnya, sampaikan saja, ‘nasi pattombo’ ta Daeng.’

Kuliner ikan bakar cocok untuk makan siang maupun makan malam. Lokasinya mudah ditemukan karena kebanyakan berada di jalur utama kawasan wisata Makassar. Kamu bisa memilih antara warung makan legendaris, menawarkan banyak menu, atau berdasarkan lokasinya yang sejalur dengan target destinasi wisata.

Ini lima warung ikan bakar yang bisa Kamu coba saat berwisata di Makassar:

1. Rumah Makan Ikan Bakar Haji Harun

RM Ikan Bakar Haji Harun termasuk rumah makan legendaris. Meski warungnya tidak terlalu luas, tempat ini hampir selalu ramai pelanggan. Tak hanya wisatawan, masyarakat lokal juga ikut mengantri ikan bakar legendaris ini.

Jika Kamu penyuka sambal, cobalah sambal korek dan sambal kacang terasi. Nikmat dan pedasnya dijamin bikin nagih. Selain itu, jangan kelewatan untuk menyantap ikan bakar dengan sayur santan dan otak-otak ikan. Rumah Makan Ikan Bakar Haji Harun berlokasi di Jl. G. Nona, Pisang Selatan, Ujung Pandang. Jam operasionalnya dari jam sepuluh pagi hingga sembilan malam WITA.

2. Warung Pangkep Haji Saing

Warung Pangkep Haji Saing juga termasuk warung legendaris. Konon, sudah ada sejak tahun 1957. Warung yang sejak awal hingga kini hampir tak banyak perubahan tata letaknya ini, tetap ramai dengan lalu lalang pelanggan. Duduk di Warung Pangkep Haji Saing akan membuatmu terkesima dengan ritme dapurnya. Para pelayan sigap mengolah pesanan yang hampir tak pernah putus.

Warung Pangkep Haji Saing khas dengan ikan boluatau bandeng bakar. Ikan dibakar secara utuh, dan disajikan dengan terbelah dua bagian, kepala dan ekor. Sebagai pelengkap, sambal kacang dan irisan mentimun tersaji di meja makan. Agar pedasnya lebih nendang, Kamu bisa tambahkan sambal tumis.

Sebagai menu pendamping, Kamu dapat memesan sop bening dengan potongan daging dan kentang. Kaldu dan kesegaran kuahnya akan menambah kekayaan cita rasa ikan bakar. Warung Pangkep Haji Saing dapat Kamu kunjungi di Jalan Andalas No. 56 Bontoala, tepat depan gereja. Warung ini juga membuka cabang di Jalan Kerung-Kerung, Kota Makassar.

3. Sop Saudara 27

Kuliner ikan bakar di Makassar memang cukup lekat dengan sop atau kuah santan untuk menu pendamping. Namun, jika Kamu ingin lebih banyak menikmati sop saudara khas Pangkep, Makasar di Warung Sop Saudara 27 dapat dicoba. Jangan salah, warung yang mulai berjualan sejak tahun 1960an ini juga menyediakan menu ikan bakar.

Sop Saudara 27 menawarkan sop saudara sebagai hidangan pembuka yang menenangkan. Jika Kamu masih cukup lapar, memesan ikan bakar akan jadi keputusan terbaik. Wangi smokeydan cita rasa gurih ikan bakar, juga kelezatan sambal kacangnya dijamin memanjakan pengalaman kulinermu.

Mampir di Sop Saudara 27 cocok untuk makan siang yang padat energi atau makan malam dalam suasana yang sedikit serius. Terutama saat datang bersama rombongan, di sini Kamu akan mendapatkan menu yang cocok untuk semua. Sop Saudara 27 dapat Kamu temukan di Jalan Andalas No. 27, Gaddong, Bontoala.

4. Warung Tiga Saudara

Warung Warung Tiga Saudara di jalur Danau Tanjung Bunga menghadirkan pengalaman kuliner pesisir yang lengkap. Terkenal dengan ikannya yang segar dan padat, serta aroma arangnya yang lembut. Sambalnya memiliki karakter pedas dan gurih yang secara alami mampu meningkatkan selera makan.

Daya tarik lainnya ada pada suasana makan yang santai. Pemandangan air berpadu dengan semilir angin menciptakan pengalaman bersantap yang nyaman. Tempat ini bukan sekadar lokasi makan, tetapi juga tempat menikmati suasana pesisir yang tenang.

Warung ini buka pada jam 09.00 hingga 21.00 WITA, sehingga mudah dikunjungi saat makan siang maupun makan malam. Lokasinya berada di Jalan Danau Tanjung Bunga Selatan, Tamalate. Mudah dijangkau wisatawan yang ingin menikmati hidangan autentik dengan suasana yang rileks.

5. Warung Pangkep (Asuhan H Mansyur S) Sop Saudara & Ikan Bakar Kantor Pos

Warung Pangkep (Asuhan H. Mansyur S) berada di kawasan Kantor Pos Makassar. Dikenal sebagai pilihan tepat untuk makan bersama. Tempat ini menarik karena menyajikan dua ikon kuliner Sulawesi Selatan dalam satu meja. Cocok untuk rombongan dengan selera berbeda tanpa harus mengorbankan kualitas salah satu menu.

Ikan bakarnya menonjol karena kesegarannya yang terjaga dan tekstur daging padat. Tampilan sajian dan cita rasanya memperlihatkan kualitas bahan terbaik. Keistimewaan lainnya ada pada sambal kacang yang memadukan rasa gurih dan manis secara seimbang, menghasilkan cita rasa yang lebih kuat dan membuat setiap suapan terasa lebih kaya, terutama saat disantap bersama nasi.

Lokasinya cukup strategis sehingga mudah dijangkau untuk makan siang atau makan malam santai. Warung ini berada di Jalan WR. Supratman, Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, dekat Kantor Pos, menjadikannya titik temu praktis bagi penikmat sop saudara dan ikan bakar dalam satu waktu makan yang memuaskan.

Deretan ikan bakar ini membuktikan bahwa selera kota pesisir selalu menawarkan variasi yang tak berujung. Dari warung legendaris yang bertahan puluhan tahun hingga titik makan strategis untuk melepas lelah. Benang merahnya tetap sama, kesegaran ikan yang mutlak, aroma bakaran yang menggugah, dan karakter sambal yang menjadi penentu kelezatan. Bagi warga lokal, boga bahari sebagai pengingat untuk kembali mensyukuri karunia Tuhan lewat makanan. Bagi wisatawan, cita rasa pesisir akan tetap menjadi jalur kuliner autentik yang selalu layak dicari setiap kali menjejakkan kaki di Kota Daeng.