Kementerian Perindustrian menyatakan investasi industri manufaktur nasional menunjukkan pertumbuhan. Periode 15 Januari 2026, tercatat 1.236 perusahaan industri telah menyelesaikan pembangunan dan siap berproduksi pada 2026.
Pemerintah memproyeksikan investasi industri mampu menyerap sekitar 218.000 tenaga kerja baru. Industri tersebut berasal dari relokasi luar negeri, ekspansi usaha, maupun investasi baru, serta diharapkan berkontribusi terhadap pembentukan PDB dan PDB IPNM.
“Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).
Febri juga menegaskan adanya peningkatan nilai ekspor terutama untuk barang modal. Pihaknya optimis sektor manufaktur terus berkembang dan meningkat. “Peningkatan signifikan impor barang modal, khususnya mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur justru tumbuh pesat, terutama sepanjang 2025. Ini menunjukkan industri sedang melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi,” tegasnya.
Pemerintah meyakini industri dalam negeri akan mendapatkan dukungan investasi besar, terlebih dalam sektor pengolahan non migas. Hal ini berpotensi terhadap penyerapan ratusan ribu tenaga kerja. “Kami optimistis investasi industri manufaktur akan terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Febri.

