Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
SEAblings

Perang Unik SEAblings vs Korea Selatan 2026

Oleh:

Ketegangan antarnegara selama ini kerap dibayangkan terjadi karena perebutan wilayah, konflik politik, atau kepentingan ekonomi. Namun di era digital, gesekan juga dapat muncul dari hal yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perdebatan soal asal-usul budaya, klaim tradisi, hingga kebanggaan nasional kini tidak lagi terbatas di ruang akademik atau diplomasi, melainkan telah meluas hingga media sosial.

Fenomena ini terlihat dalam hubungan antara negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam atau yang sering disebut SEAblings sedang mengalami perang dengan negara Korea Selatan. Hal ini tidak disebabkan oleh pelanggaran Hak Asasi Manusia berat seperti penjajahan atau hal mengerikan lainnya. Akan tetapi, disebabkan oleh perang di dunia maya.

Kronologi Awal Perang SEAblings vs Korea Selatan

Hal ini diawali dengan konser sebuahbandmusik asal Korea Selatan yang dikenal dengan nama Day6. Mereka mengadakan konser di Malaysia. Dengan sistematika pembelian tiket yang bebas, tidak jarang penonton juga datang dari luar negeri. Bahkan ada beberapa warga negara Korea Selatan yang menonton konser Day6 di Malaysia tersebut.

Biasanya saat mengadakan konser, penyelenggara akan mempublikasikan peraturan yang harus dipatuhi oleh penonton di dalam konser. Dikutip dariLifestyle Asia, dalam peraturan disebutkan beberapa barang yang tidak boleh dibawa saat berada di dalamvenue. Salah satunya adalah barang-barang yang berpotensi mengganggu pandangan penonton lainnya.

Akan tetapi, beberapa penonton yang berasal dari Korea Selatan, datang ke konser tersebut dengan membawa kamera profesional yang sangat besar. Kamera tersebut lolos daribody check karena memang tidak ada larangan membawa kamera. Namun, saat konser berlangsung, penonton dari Korea Selatan ini mengangkat kamera tersebut terlalu tinggi dan mengganggu pandangan penonton lain yang ingin melihat performa idola mereka di panggung.

Hal ini membuat penonton dari Malaysia geram dan menegur penonton dari Korea Selatan tersebut. Bukannya meminta maaf dan menurunkan kameranya, mereka justru terpancing emosi di tempat. Kondisi kian memanas ketika penonton dari Malaysia memilih untuk mengabadikan pelanggaran ini. Penonton dari Korea Selatan mengancam akan mengajukan ke meja hijau dengan undang-undang terkait informasi.

Perang Dunia Maya SEAblings vs Korea Selatan

1. Konflik Meluas ke Media Sosial

Perselisihan yang awalnya terjadi di dalam venue konser tidak berhenti di sana. Peristiwa tersebut kemudian meluas ke media sosial dan memicu pertengkaran antarwarganet lintas negara. Sejumlah netizen Korea Selatan diketahui melontarkan komentar bernada rasis kepada warganet Asia Tenggara, bahkan sampai membandingkan fisik orang Asia Tenggara dengan simpanse.

2. Serangan pada Budaya dan Representasi

Serangan tidak hanya menyasar fisik, tetapi juga budaya warga SEAblings. Salah satu yang disorot adalah video musik girl group asal Indonesia, No Na. Dalam salah satu adegan, pengambilan gambar dilakukan di area persawahan. Netizen Korea menilai latar tersebut “terlihat miskin” karena tidak dibuat di studio atau set produksi modern.

3. Warganet SEAblings Membalas

Hal ini tentu memancing emosi netizen SEAblings khususnya Indonesia yang merupakan negara asalgirl group dan tempat video tersebut diambil. Mereka lantas membela No Na dan menyerang balik netizen Korea Selatan dengan melempar banyak komentar di dunia maya. Bahkan netizen SEAblings lainnya juga turut membalas komentar-komentar netizen Korea Selatan terkaitmusic videoNo Na.Salah satu netizen SEAblings juga berkomentar bisa-bisanya Korea Selatan mencibir negara-negara Asia Tenggara, sedangkan makanan pokok mereka saja diekspor oleh negara yang mereka cibir.

4. Sorotan Ironi

Salah satu netizen Indonesia memberikan beberapa contohmusic video grup yang berasal dari Korea Selatan. Dalam beberapa contoh tersebut, mereka melakukan pengambilan gambar di Indonesia atau negara Asia Tenggara yang lain.

Dari perang yang terjadi di antara netizen Korea Selatan dengan SEAblings ini kita bisa melihat bahwa sifat arogan sebenarnya adalah penyebab dari permasalahan ini. Ketika penonton konser merasa bersalah saat ditegur dan meminta maaf mungkin akhirnya tidak seperti ini. Akan tetapi sifat arogan membuat masalahnya makin lebar bahkan hingga melibatkan banyak sekali negara.

Komentar-komentar yang muncul dalam perang dunia maya pun merupakan cerminan dari sifat arogan yang ingin merendahkan orang atau budaya lain hanya karena berbeda dengan apa yang mereka miliki. Hal ini memupuk dampak negatif yang bisa berkelanjutan. Baik bagi perorangan, industri, bahkan bisa hingga hubungan bilateral.