Timbunan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, longsor pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15:29 WIB. Peristiwa ini menewaskan empat orang dan sejumlah truk hingga warung tertimbun sampah.
Seorang warga melalui rekaman video yang beredar di media sosial menyebut truk sedang mengantre untuk bongkar muat sampah. “Terjadi lagi saudara-saudara, sampahnya ambruk. Kembali menimpa mobil-mobil,” seruannya dalam video.
Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan petugas menemukan satu korban pada Minggu malam. Sehingga jumlah korban tewas menjadi empat orang. “Sampai saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada empat orang totalnya,” kata Kusumo.
Sebelumnya, Kepala Kantor Basarnas Jakarta Desiana Kartika Bahari menyatakan telah ditemukannya tiga korban tewas yang merupakan pemilik warung dan sopir truk sampah. “Saat ini sudah ditemukan tiga korban jiwa. Korban meninggal dunia, dua orang dibawa pulang ke Banten dan satu orang dibawa pulang ke Karawang,” ujar Desiana.
Sementara itu, anggota tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi Eko Uban mengungkapkan terdapat 10 orang terdampak longsor sampah. Menurut Eko, ada lima sopir truk serta lima warga dan pemulung. “Dua orang sopir masih tahap pencarian dan tiga warga masih tahap pencarian,” ungkap Eko.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta merespon dengan operasi tanggap darurat. Operasi berfokus pada penangan korban dan percepatan evakuasi kendaraan tertimbun.

