Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Vera Çelik, Politik, Demokrasi Langsung, Pemilu Swiss, Kantapos

Gen Z Berhijab Vera Çelik Terpilih dalam Pemilu Lokal di Swiss

Oleh:

Gen Z berhijab Vera Çelik mencetak sejarah baru dalam pemilu lokal di Zurich, Swiss. Seorang perempuan muda berhijab yang datang dari keluarga imigran Turki berhasil terpilih menjadi anggota dewan kota dalam pemilu lokal yang diselenggarakan pada 9 Maret 2026 lalu. Vera Çelik maju sebagai kandidat dari Partai Demokrat Sosial atau Social Democratic Party (SP). Ia memperoleh hingga 4.772 suara dari distrik ke-10 Zurich dan berhasil mengamankan kursi di dewan kota.

Kemenangan ini menarik perhatian publik karena Çelik menjadi politisi pertama di Zurich yang berusia muda dan mengenakan hijab. Keberhasilannya dipandang sebagai tonggak penting untuk representasi minoritas dalam dinamika politik lokal di Swiss.

Aktif dalam gerakan sosial

Vera Çelik dikenal aktif dalam menyuarakan isu ketidakadilan sosial dan diskriminasi di tempat kerja. Hal ini berawal dari pengalamannya dalam melamar pekerjaan. Ia pernah mengirimkan 150 lamaran kerja sebagai asisten dokter gigi yang seluruhnya ditolak. Dalam beberapa kasus, ia diminta melepas hijab sebagai syarat bekerja.

Sebagai anak muda, Çelik memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan gagasannya. Ia juga aktif terlibat dalam kampanye anti-diskriminasi dan menolak ketidakadilan sosial. Karir politiknya ia pupuk lewat sayap muda partai, termasuk kelompok Young Socialist Switzerland (JUSO).

Bagaimana sistem pemilu di Swiss?

Pemilu yang dimenangkan oleh Vera Çelik merupakan pemilu tingkat kota di Zurich. Dewan kota atau parlemen kota dipilih langsung oleh warga melalui pemilu lokal yang biasanya digelar setiap empat tahun. Dalam sistem politik Swiss, pemerintah lokal memiliki peran yang kuat dalam mengatur kebijakan publik.

Berbeda dengan banyak negara besar, Swiss menerapkan sistem demokrasi langsung. Selain memilih wakil rakyat, warga Swiss dapat terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme referendum. Inisiatif warga dapat berupa kebijakan yang dekat dengan keseharian, maupun kebijakan strategi nasional. Seperti kebijakan kecepatan laju kendaraan di kawasan tertentu, hingga bergabungnya negara dengan organisasi-organisasi dunia.

Gagasan dari rakyat Swiss dapat disampaikan melalui petisi dan akan dikelola dengan serius oleh pemerintah. Aktivitas penyaluran gagasan ini kerap dilakukan oleh kaum muda untuk mengawal undang-undang dan beragam isu yang ada di sekitar mereka. Tidak heran, jika dinamika politik di Swiss mampu membentuk kaderisasi calon pemimpin di masa mendatang. Demokrasi langsung sebagaimana yang diterapkan Swiss telah menunjukkan sistem politik Swiss yang memberi ruang bagi generasi muda dan kelompok minoritas untuk berpartisipasi aktif dalam pemerintahan.