Kuliner legendaris Magelang selalu menjadi daya tarik utama saat momen mudik Lebaran. Tak hanya soal silaturahmi, mudik juga identik dengan nostalgia, termasuk mencicipi makanan khas yang sudah bertahan puluhan tahun.
Lebaran bukan sekadar hari kemenangan setelah menjalani puasa. Lebaran juga momen penuh budaya yang terinspirasi dari kebiasaan-kebiasaan baik Rasul. Satu di antaranya tentang menjaga jalinan kekeluargaan. Mudik pun jadi budaya yang tidak pernah tertinggal saat lebaran.
Mudik menjadi ajang untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman. Banyak orang menunggu momen mudik. Menyaksikan keluarga kecil yang seiring berjalannya waktu berubah menjadi keluarga besar. Bahkan, mudik juga kerap menghadirkan pengalaman menyaksikan sebuah kota bertumbuh. Kota yang dulu sepi, tahun demi tahun menjadi lebih ramai.
Seperti halnya Magelang. Kota yang terkenal sepi, kini telah terasa lebih semarak dan modern. Setiap pulang ke Magelang, ada saja kafe, pusat perbelanjaan, tempat wisata, sampai wahana olahraga baru. Sebagai warga Magelang yang merantau, tentu tempat-tempat baru ini membuat penasaran dan ingin mengunjungi.
Namun jangan salah, deretan tampilan yang baru tak akan pernah bisa menggantikan kerinduan para perantau pada kuliner legendaris Kota Magelang. Kalau Kamu lagi mudik ke Magelang, luangkan waktumu untuk nostalgia lewat kuliner legendaris berikut ini!
Depot Es Semanggi
Meski Kota Magelang dikenal sejuk, tapi momen lebaran tidak lengkap kalau tidak minum es. Di antara banyaknya es legendaris di Kota Magelang, kamu harus mengunjungi lagi Depot Es Semanggi yang sudah berdiri dari tahun 1960-an. Saat ini ada beberapa lokasi Depot Es Semanggi, tetapi untuk merasakan nuansa nostalgia, kamu bisa datang ke Depot Es Semanggi yang berada di bawah Matahari Alun-alun Kota Magelang.
Berbagai varian es yang disajikan dengan cita rasa yang tetap otentik dari masa ke masa. Harganya pun ramah di kantong. Rata-rata di bawah Rp20.000. Salah satu menu favorit yang harus kamu coba adalah Es Pleret dengan isian pleret yang terbuat dari tepung beras yang digiling dan dikukus.
Mie AA
Kalau kamu mencari tempat makan keluarga yang semua menu ada dan cocok untuk segala kalangan, kamu bisa datang ke Mie AA. Nama Mie AA ini diambil dari plat Magelang dan sekitarnya yang diawali dengan AA. Karakter warung chinese food ini menawarkan hingga 100 varian menu, mulai dari olahan ayam, ikan, udang, cumi, kepiting, nasi, dan mie.
Mie AA juga terkenal dengan porsinya yang besar dan harga terjangkau. Setiap menunya dihargai kisaran Rp20.000 saja. Kalau Kamu ke Mie AA bersama keluarga, cobalah pesan beberapa lauk agar untuk sharing. Cara ini akan lebih worth it daripada kamu memesan satu porsi mie atau nasi yang akan membuat perut cepat terasa penuh.
Mie Ayam Boga Ody
Pecinta mie ayam pasti sudah sangat rindu makan mie ayam siang hari, perlu segera kembali menikmati mie ayam legendaris yang berjualan sejak 1992 ini. Dulu dikenal dengan nama Mie Ayam Bogasari. Lokasinya tidak jauh dari Alun-alun Kota Magelang, tepatnya ke arah Kantor Pos. Meski berjualan di area trotoar, cita rasanya tidak perlu diragukan.
Keunggulan Mie Ayam Boga Ody terletak pada pangsitnya yang renyah dan gurih. Bahkan, Kamu bisa minta tambahan pangsit sampai satu mangkok. Untuk membeli Mie Ayam Boga Ody ini, kamu hanya perlu dana belasan ribu rupiah saja.
Bakmi Pangsit Tjek Siang
Ingin mencoba olahan mie dengan sensasi berbeda? Bakmi Pangsit Tjek Siang bisa jadi pilihan. Berbeda dari mie ayam, bentuk bakmi ini lebih mirip dengan kwetiaw. Teksturnya kenyal dan lembut karena dibuat dengan bahan berkualitas. Kuliner ini sudah ada sejak tahun 1950 dan kini dikelola oleh generasi ketiga.
Pilihan menunya cukup sederhana. Hanya menawarkan bakmi kuah asin dan bakmi kering manis. Namun, soal rasa tidak perlu diragukan karena tetap konsisten dari generasi ke generasi.
Warung ini buka pada jam 08.00 pagi 13.00 siang. Jangan datang terlalu siang jika Kamu tidak mau kehabisan. Bakmi Pangsit Tjek Siang membatasi produksi hanya 100-120 porsi karena menggunakan mi homemade. Harga jual per porsinya sekitar Rp15.000.
Pukis Kantor Pos Kota Magelang
Tidak lengkap rasanya kalau berburu kuliner tanpa membawa pulang camilan atau dessert. Kue pukis jadi salah satu camilan legendaris di Kota Magelang. Kue Pukis Kantor Pos sudah berdiri dari tahun 1979. Sejak saat itu hingga kini, hanya menawarkan empat varian pukis, yaitu coklat, meses, nanas, dan pisang.
Khusus varian nanas, menggunakan selai yang dibuat sendiri oleh pemilik. Hal itu membuat rasanya khas. Semua varian pukis memiliki tekstur yang empuk dan aroma yang menggugah selera. Saat ini satu pukis dijual dengan harga Rp3.000 dengan ukuran yang cukup besar dan topping yang berlimpah.
Menjelajahi kuliner khas Magelang saat mudik Lebaran bukan hanya soal makan, tetapi juga tentang menghidupkan kembali kenangan. Di tengah perubahan kota yang semakin modern, cita rasa kuliner legendaris tetap bertahan dan menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.






