Ratusan warga dari keluarga pemulung dan pemilah sampah mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya usai kebakaran melanda kawasan gudang rongsok di Denpasar, Bali. Kebakaran terjadi sejak Senin (31/8/2026) malam dan kembali membesar pada Selasa (1/9/2026) sore.
Api pertama kali muncul sekitar pukul 23.00 WITA pada Senin (31/8/2026) yang secara cepat menghanguskan tumpukan sampah rongsokan di kawasan Sunset Road dan Jalan Nakula, Gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, yang berada di perbatasan kawasan Legian dan Denpasar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana mengatakan proses pemadaman mengalami kendala karena sejumlah titik api tertutup seng bekas atap gudang.
“Luasnya sekitar 4 sampai 5 hektare. Sangat luas dan juga medan yang kita tangani cukup lumayan ini, semua tertutup seng,” ujar Tirana, Selasa (1/9/2026).
Warga terdampak saat ini memanfaatkan Musala Al-Ikhlas untuk mengungsi. Bangunan ini menjadi salah satu bangunan yang selamat dari kobaran api. Bantuan pakaian dan makanan berdatangan di tempat pengungsian.
Meski demikian, sebagian warga mengaku kehilangan pekerjaan. Asmuni, seorang pengungsi, mengungkapkan keseharian warga bekerja sebagai pengepul barang bekas yang saat ini telah terbakar. “Nggak ada sama sekali,” ujar Asmuni.









