Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka keluarga Bambang Setiyawan, korban pengeroyokan dalam kericuhan di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pramono tiba di rumah duka pada Jumat (29/8/2026) malam.
Istri dan dua anak almarhum Bambang menyambut baik kehadiran Pramono. Pramono menyampaikan rasa duka cita secara langsung kepada keluarga atas kepergian Bambang.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menawarkan pekerjaan kepada salah satu anak almarhum. Tawaran itu disampaikan saat Pramono berbincang dengan keluarga Bambang.
“Yang penting mau kerja, kan?” tanya Pramono, dikutip dari Kompas, Sabtu (29/8/2026).
Anak almarhum kemudian menyambut tawaran tersebut. Ia mengatakan bersedia bekerja dan tidak mempermasalahkan jenis pekerjaan yang akan diberikan.
“Iya, Pak, mau. Saya apa aja mau,” ujar anak Bambang.
Pramono sebelumnya menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menewaskan Bambang. Kedatangannya ke rumah duka menjadi bentuk penyampaian belasungkawa sekaligus dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bambang Setiyawan (59) merupakan pedagang cermin yang menjadi korban kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam. Berdasarkan keterangan keluarga, Bambang keluar dari rumah setelah situasi di sekitar tempat tinggalnya mulai mereda.
Namun, Bambang tidak kunjung kembali. Keluarga kemudian mengetahui keberadaannya melalui video yang memperlihatkan Bambang dikeroyok sekelompok orang.
Bambang sempat dievakuasi dan dibawa ke RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Warga setempat kemudian mendesak aparat mengusut kasus tersebut hingga tuntas serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas pengeroyokan Bambang.









