Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Masker
Ilustrasi warga menggunakan masker. Sumber: Detik.

Warga Keluhkan Kenaikan Harga Masker

Oleh:

Ardha Kesuma

Penulis yang aktif dalam gerakan literasi dan lingkungan hidup. Menaruh perhatian pada perkembangan isu publik.

Jakarta – Sejumlah warga mengeluhkan kenaikan harga masker di tengah kondisi darurat polusi abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial, terutama oleh warga yang membutuhkan masker untuk melindungi diri dari paparan abu dan partikel di udara.

Sejak Minggu (6/9/2026), paparan abu vulkanik dilaporkan meluas hingga sejumlah wilayah Jabodetabek. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap masker, terutama jenis yang memiliki kemampuan filtrasi lebih baik seperti KF94 dan KF95, meningkat.

Seorang warganet mengaku mendapati harga masker KF95 yang hendak dibelinya melalui platform e-commerce mengalami kenaikan hampir 100 persen ketika akan melakukan pembayaran.

“Sebagai golongan yang rentan dengan abu dan asap. Hari ini aku langsung buka e-commerce buat checkout masker yg KF95 1 pack, yg KF94 2 pack. Pas mau aku payment ada notifikasi kalau salah satu produk ada perubahan. Aku back, cek lagi, ternyata yg berubah Harga Masker KF95. Langsung naik hampir 100% dari harga awal,” tulisnya.

Keluhan serupa disampaikan akun @mayamentarina yang mengaku pesanannya telah berhasil dilakukan, tetapi kemudian dibatalkan oleh penjual. “Jahat banget tiba-tiba harganya Rp40ribu kalau mau bisa CO, yang 12 ribu dibatalin,” tulisnya.

Sementara itu, akun @bapxxxx mengaku pesanannya dibatalkan pada pagi hari setelah melakukan checkout pada malam sebelumnya. “Semalam gw checkout terus tadi pagi dicancel katanya naik harga pas liat harga barunya bener-bener naik 10x lipet,” tulisnya.

Kemenkes imbau warga kurangi aktivitas luar rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu vulkanik terjadi.

“Bagaimana caranya supaya kita tetap sehat? Kalau bisa, jangan keluar rumah. Tapi kalau harus keluar rumah, pakai masker. Untuk mata, gunakan kacamata. Untuk kulit, begitu pulang langsung dibersihkan,” kata Budi dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga:  Demokrat Dukung Prabowo Dorong Sistem Pilkada Lewat DPRD

Budi meminta warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik segera melakukan pemeriksaan di Puskesmas. Ia menyatakan Kemenkes telah menyiapkan berbagai peralatan kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan. 

DPR minta harga masker tak naik

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pelaku usaha tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk menaikkan harga masker secara berlebihan.

“Saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan,” ujar Yahya, Senin (7/9/2026).

Ia menilai kebutuhan masker dalam kondisi paparan abu vulkanik merupakan kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat. Karena itu, ketersediaan masker dengan harga wajar menjadi penting agar masyarakat tetap dapat melindungi diri dari dampak abu vulkanik.