Bekasi– TNI membantah kepemilikan ratusan motor trail yang terparkir di lahan terbuka di Bekasi. Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) Letkol Arh Noor Iskak menegaskan, ratusan motor trail itu bukan milik TNI dan tidak berkaitan dengan kendaraan dinas institusi.
“Bahwa sepeda motor tersebut bukan merupakan milik TNI dan tidak terkait dengan kendaraan dinas TNI,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Ia menyebut pentingnya menyampaikan hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
“Dengan demikian, informasi yang menyebutkan bahwa kendaraan tersebut merupakan kendaraan dinas TNI perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, ratusan sepeda motor jenis trail yang terparkir di lahan terbuka di Jalan Inspeksi BKT, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.
Kendaraan tersebut sempat diduga sebagai motor listrik pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kemudian pemilik lahan mengungkapkan kendaraan milik TNI.
Viral usai diduga motor MBG
Keberadaan ratusan motor trail di Bekasi ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan di media sosial Threads mempertanyakan asal-usul kendaraan yang terparkir di lahan terbuka.
“Ini motor trail listrik yang buat MBG enggak si? Kok ada di pembuangan sampah si?” tulis seorang pengunggah di akun Threads pada Minggu (18/10/2026).
Unggahan ini kemudian memunculkan dugaan bahwa kendaraan merupakan motor listrik untuk mendukung pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis). Meski demikian, dugaan tersebut belum terkonfirmasi.
Pemilik lahan menyebut kendaraan TNI
Pemilik lahan, Yanto (62), menyebut kendaraan bukan motor MBG, melainkan motor untuk keperluan dinas TNI di Surabaya yang dititipkan di lahannya untuk menjalani proses pengecatan.
“Sebenarnya itu bukan motor MBG, tapi motor untuk dinas TNI di Surabaya. Motor-motor itu dititipkan di sini karena mau dicat,” ujar Yanto.
Namin, Yanto tidak mengetahui lokasi pengecatan maupun proses lanjutan setelah kendaraan diparkirkan. Ia juga menegaskan lahannya hanya digunakan sebagai tempat parkir sementara, bukan disewakan.
“Kalau ngecatnya di mana, saya kurang tahu. Tapi lahan saya hanya dipakai untuk parkir sementara, bukan disewakan,” lanjutnya.
Menurut Yanto, kendaraan tidak datang secara bersamaan, melainkan bertahap dan bergantian. Proses parkir sementara itu berlangsung setiap dua hingga tiga hari pada setiap tahapannya.
Penjaga lahan, Husni (30), menyampaikan keterangan serupa. Ia mengatakan motor trail hanya dititipkan sementara di lokasi.
“Kemarin emang ada motor trail parkir di sini. Tapi itu punya dinas TNI, bukan MBG. Cuma numpang parkir di lahan ini,” kata Husni.
Husni menambahkan, setelah ramai diperbincangkan, kendaraan dipindahkan sekitar pukul 21.00 WIB. Ia bilang motor-motor tersebut dipindahkan dengan cara dinyalakan mesinnya dan dikendarai, bukan diangkut menggunakan kendaraan yang lebih besar.

