Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Kirab 1 Suro
Gen Z mengenakan busana khas budaya Jawa.

5 Alasan Kirab 1 Suro Semakin Diminati Gen Z!

Oleh:

Annisa Aqila

Gen Z dikenal sebagai generasi yang gemar mencari pengalaman baru, mulai dari mencoba kuliner viral, mengeksplorasi destinasi unik, hingga mengikuti berbagai tradisi lokal yang sedang ramai diperbincangkan. Salah satu yang belakangan semakin menarik perhatian adalah Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Kota Solo. Setiap malam 1 Suro, ribuan orang memadati kawasan tersebut untuk mengikuti prosesi tapa bisu sambil mengiringi kirab pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam suasana hening, para peserta berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalanan Kota Solo sebagai bagian dari tradisi yang sarat makna. Menariknya, peserta Kirab 1 Suro kini tidak lagi didominasi oleh masyarakat Jawa atau warga Solo. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak Gen Z dari berbagai daerah yang rela menempuh perjalanan jauh untuk menjadi bagian dari tradisi ini.

Lalu, apa yang membuat Kirab 1 Suro semakin diminati oleh Gen Z?

1. Menjadi cara baru menikmati budaya secara langsung

Jika dahulu cara mengenal budaya hanya melalui buku pelajaran, dokumenter, atau cerita dari orang tua dan kakek-nenek, kini Gen Z cenderung memilih pengalaman yang lebih nyata dan interaktif. Mereka tidak hanya ingin mengetahui sejarah sebuah tradisi, tetapi juga ingin merasakan langsung suasana, makna, dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Bagi banyak Gen Z, mengikuti Kirab 1 Suro bukan hanya menghadiri sebuah acara budaya. Keikutsertaan mereka menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan leluhur sekaligus cara mengenal nilai-nilai seperti kesederhanaan, penghormatan terhadap tradisi, dan kebersamaan yang masih terjaga hingga sekarang. Melalui pengalaman tersebut, budaya tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

2. Tapa bisu menjadi ruang untuk refleksi diri

Salah satu rangkaian utama Kirab 1 Suro adalah tapa bisu, yaitu berjalan tanpa berbicara sepanjang prosesi berlangsung. Di tengah rutinitas yang serba cepat dan penuh distraksi media sosial, momen berjalan dalam keheningan justru memberikan pengalaman yang berbeda. Banyak peserta memanfaatkan waktu tersebut untuk merenungkan perjalanan hidup, mengevaluasi diri, hingga mencari ketenangan batin.

Baca Juga:  Hadiah HUT RI: BSU Guru PAUD Nonformal Cair Rp600 Ribu!

Bahkan, ada yang mengikuti kirab sebagai bagian dari proses menerima kehilangan orang terdekat dan memberi ruang bagi dirinya untuk pulih secara perlahan.

3. Media sosial membuat budaya Jawa semakin dekat

Popularitas Kirab 1 Suro juga tidak lepas dari peran media sosial. Foto dan video suasana kirab yang memperlihatkan ribuan orang berjalan tanpa suara sering kali menarik perhatian warganet. Dari sana, banyak orang mulai mencari tahu makna di balik tradisi tersebut hingga akhirnya tertarik untuk datang langsung.

Media sosial membuat budaya ini dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang daerah maupun etnis. Tradisi yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan tertentu kini menjadi pengalaman yang ingin dirasakan oleh semakin banyak Gen Z.

4. Mengusung tema “Mulih Pulih”, pulang kepada diri sendiri

Peringatan 1 Suro tahun ini mengangkat tema “Mulih Pulih”, sebuah ajakan untuk kembali kepada diri sendiri sebagai jalan menuju pemulihan. Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan saat ini yang sering kali dipenuhi tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, dan arus informasi yang tidak pernah berhenti.

Kirab 1 Suro akhirnya tidak hanya dipandang sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperlambat langkah, menenangkan pikiran, dan kembali mendengarkan suara hati.

5. Solo menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan Gen Z

Selain pengalaman budaya yang unik, faktor biaya juga menjadi alasan banyak Gen Z tertarik datang ke Solo saat peringatan 1 Suro. Kota ini dikenal memiliki banyak pilihan penginapan dengan harga terjangkau, akses transportasi yang mudah, serta kuliner yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Tak heran jika setiap tahunnya semakin banyak Gen Z yang menjadikan Kirab 1 Suro sebagai alasan untuk berkunjung ke Solo.

Baca Juga:  Tanpa Disadari, Ini 9 Tanda Media Sosial Sudah Mengganggu Hidupmu

Pada tahun 2026, Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran dihadiri sekitar 10.000 tamu undangan dan diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kalangan. Angka tersebut menunjukkan bahwa tradisi yang telah berlangsung sejak lama masih mampu menarik perhatian Gen Z.

Di tengah dunia yang semakin sibuk, berjalan dalam keheningan bersama ribuan orang ternyata menjadi pengalaman yang dicari banyak Gen Z. Bukan hanya untuk menyaksikan sebuah tradisi, tetapi juga untuk menemukan jeda, melakukan refleksi, dan pulang sejenak kepada diri sendiri.

Jadi, jika suatu saat ingin merasakan sisi lain dari Solo yang lebih tenang dan penuh makna, mungkin Kirab 1 Suro bisa menjadi pengalaman yang layak masuk dalam daftar perjalananmu.