Pernah melihat gaya fashion dengan riasan mata tebal, rambut terang, dan aksesori yang mencolok? Jika iya, mungkin kamu sedang melihat Gyaru Style. Tren fashion asal Jepang ini kembali menarik perhatian dan banyak muncul di media sosial.
Bagi sebagian orang, tampilan Gyaru mungkin terlihat cukup berbeda dari gaya fashion yang biasa ditemui sehari-hari. Gyaru memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan fashion Jepang dan sempat menjadi bagian dari budaya anak muda di negara tersebut.
Lalu, bagaimana sebenarnya Gyaru Style berkembang hingga menjadi salah satu gaya fashion Jepang yang dikenal hingga saat ini?
1. Berawal dari tren fashion anak muda Jepang
Melansir dari laman FUN! JAPAN, istilah Gyaru berasal dari kata gal yang artinya gadis. Gaya ini mulai berkembang di Jepang pada akhir tahun 1970-an dan kemudian semakin populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Meski awalnya gaya ini banyak diikuti oleh perempuan, Gyaru juga banyak diikuti oleh laki-laki yang dikenal dengan istilah Gyaru-o.
Gyaru kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi fashion anak muda Jepang yang sering dikaitkan dengan pemberontakan anak muda terhadap standar penampilan yang dianggap terlalu konservatif. Siapapun bebas bereksperimen dengan penampilan untuk menciptakan gaya yang lebih berani dan mencolok.
2. Identik dengan riasan yang tebal
Salah satu ciri khas Gyaru Style adalah riasan yang cukup tebal. Riasan Gyaru biasanya menggunakan eyeliner berwarna hitam dan bulu mata palsu untuk membuat mata terlihat lebih besar dan menonjol.
Selain itu, penggunaan bronzer dan lensa kontak berwarna juga menjadi ciri khas dari Gyaru Style. Berbagai elemen makeup tersebut dipadukan untuk menciptakan tampilan mata yang lebih besar dan ekspresif.
3. Gyaru memiliki berbagai jenis
Seiring perkembangannya, Gyaru Style terbagi menjadi berbagai jenis dengan ciri khas yang berbeda. Perbedaannya dapat terlihat dari warna kulit, makeup, gaya rambut, hingga pakaian yang digunakan.
Shiro Gyaru
Shiro Gyaru atau Shirogyaru dikenal dengan tampilan kulit yang cerah alami. Berbeda dari beberapa jenis Gyaru lainnya yang menggunakan tampilan kulit lebih gelap, Shiro Gyaru tetap mempertahankan warna kulit cerah. Meski begitu, gaya makeup khas Gyaru seperti eyeliner, bulu mata palsu, dan riasan mata yang lebih tegas tetap menjadi bagian dari penampilannya.
Kuro Gyaru
Berbeda dari Shiro Gyaru, Kuro Gyaru memiliki ciri khas berupa tampilan kulit yang lebih gelap. Gaya ini biasanya dipadukan dengan makeup bernuansa lebih gelap serta pakaian seperti rok pendek dan kaus kaki panjang.
Kuro Gyaru kemudian berkembang menjadi berbagai variasi dengan karakter yang berbeda. Salah satunya adalah Yamamba.
Yamamba
Yamamba terinspirasi dari gambaran gadis gunung dalam cerita rakyat Jepang yang memiliki rambut putih atau terang dan kulit gelap. Gaya ini dikenal dengan tampilan yang cukup mencolok dan merupakan salah satu perkembangan dari Kuro Gyaru.
Dari gaya Yamamba kemudian muncul beberapa variasi Gyaru lainnya, seperti Afurikanba, Serenba yang terinspirasi dari selebriti kulit hitam, Karanba, dan Marinba.
Amekaji
Amekaji merupakan salah satu jenis Gyaru yang terinspirasi dari gaya kasual Amerika. Dibandingkan tampilan Gyaru yang lebih glamor, Amekaji cenderung menggabungkan elemen Gyaru dengan pakaian bergaya kasual yang terinspirasi dari budaya fashion Amerika.
Hime Gyaru
Hime Gyaru memadukan karakter feminin seperti seorang putri dengan unsur fashion Rococo. Gaya ini biasanya menonjolkan kesan feminin melalui pakaian, rambut, dan aksesori yang lebih dekoratif. Pakaian yang digunakan juga dapat memadukan berbagai gaya dari merek Jepang maupun Barat.
5. Shibuya jadi salah satu pusat fashion Gyaru
Popularitas Gyaru Style semakin berkembang pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Salah satu kawasan yang dikenal sebagai pusat perkembangan fashion Gyaru adalah Shibuya, Tokyo.
Di kawasan ini terdapat Shibuya 109, yaitu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai pilihan pakaian dan aksesori untuk anak muda. Tempat tersebut juga menjadi salah satu lokasi yang lekat dengan perkembangan budaya fashion Gyaru di Jepang.
Selain Shibuya, kawasan Harajuku juga dikenal sebagai salah satu pusat fashion anak muda Jepang. Harajuku sebenarnya merupakan nama kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya anak muda dengan berbagai gaya fashion yang unik dan beragam.

