Popularitas lagu Manchild milik Sabrina Carpenter membuat istilah ini ikut ramai diperbincangkan. Sering disamakan dengan inner child, padahal keduanya memiliki makna berbeda. Istilah ini menggambarkan pola perilaku yang dapat berdampak besar pada hubungan. Lalu, apa sebenarnya makna manchild dan apa bedanya dengan inner child?
Pengertian manchild
Manchild merupakan istilah untuk menggambarkan pria yang sudah dewasa secara usia, tetapi masih belum matang secara emosional. Mereka mungkin sudah memiliki pekerjaan, pasangan, bahkan keluarga, tetapi dalam sikap dan cara berpikir mereka tetap seperti anak kecil.
MenurutMerriam-Webster, istilah ini pertama kali muncul pada abad ke-14 untuk merujuk pada anak laki-laki. Seiring berjalannya waktu, maknanya bergeser menjadi sebutan bagi pria dewasa yang masih menunjukkan perilaku kekanak-kanakan. Pada 1980-an, fenomena ini juga dikenal dengan istilah Peter Pan syndrome, yang dipopulerkan oleh psikolog Dan Kiley lewat bukunya The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up.
Meskipun bukan termasuk diagnosis resmi dalam psikologi klinis, istilah ini tetap banyak dipakai untuk menggambarkan pola perilaku yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri
-
Menghindari tanggung jawab – meski tampak mapan secara finansial, ia kerap menghilang ketika harus menghadapi masalah serius.
-
Emosinya meledak-ledak – mudah marah, ngambek, atau membuat drama saat keinginannya tidak terpenuhi.
-
Selalu ingin jadi pusat perhatian – sulit menerima bila pasangan atau orang lain sibuk dengan hal lain.
-
Tidak mandiri secara emosional – cenderung bergantung pada pasangan setiap kali merasa stres atau gelisah.
-
Kurang inisiatif – menjalani hidup secara pasif, tanpa rencana jangka panjang, dan sulit mengambil keputusan.
-
Penuh alasan – sering berkelit atau menyalahkan orang lain ketika harus menanggung konsekuensi tindakannya.
-
Sulit diandalkan – kerap mengecewakan pasangan maupun orang sekitar karena tidak konsisten menepati janji.
Manchild vs inner child
Istilah manchild dan inner child sering dipahami sebagai hal yang sama. Padahal keduanya sangat berbeda, baik dari sisi makna maupun dampaknya.
- Inner child adalah sisi emosional dalam diri yang menyimpan berbagai pengalaman masa kecil, baik yang indah maupun yang menyakitkan. Mengakuinya justru menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka batin sekaligus mendukung pertumbuhan emosional. Dengan merawat inner child, seseorang dapat membuka jalan menuju kedewasaan yang lebih sehat dan seimbang.
- Sebaliknya, manchild merujuk pada pola perilaku kekanak-kanakan yang dipertahankan oleh orang dewasa. Mereka tidak berusaha menyembuhkan diri atau bertumbuh, melainkan nyaman dalam ketidakdewasaan.
Dampak manchild dalam hubungan
Menjalin hubungan dengan seorang manchild kerap diibaratkan seperti memiliki pasangan sekaligus anak dalam satu tubuh. Pada awalnya, sikap kekanak-kanakan mereka mungkin terlihat lucu atau menggemaskan. Namun seiring waktu, hal ini bisa membuat pasangan merasa lelah secara emosional. Dalam jangka panjang, beban menjadi semakin berat karena pasangan harus menempati dua peran sekaligus, yaitu sebagai pengasuh dan sebagai pasangan.
Seorang manchild juga kerap memberi beban emosional yang lebih besar kepada pasangannya. Mereka dituntut untuk selalu memberi perhatian, mengurus urusan rumah tangga, bahkan mengingatkan hal-hal kecil yang seharusnya bisa diatasi sendiri. Kondisi ini akhirnya menciptakan ketidaksetaraan dalam hubungan yang idealnya dibangun atas dasar peran yang setara.
Tips menghadapi manchild
Jika kamu merasa sedang menjalin hubungan dengan seorang manchild, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tidak kelelahan emosional:
- Sadari pola yang terjadi – jangan terus berharap ia akan berubah tanpa usaha nyata.
- Tetapkan batas tegas – buat boundaries yang jelas agar tidak terus-terusan dimanfaatkan.
- Komunikasi dengan cara dewasa – gunakan kalimat yang menekankan perasaanmu, bukan menyalahkan.
- Berhenti jadi pengasuh – jangan mentoleransi sikap kekanak-kanakan dengan terus menutup mata.
- Evaluasi kesehatan hubungan – tanyakan pada diri sendiri, apakah hubungan ini masih membuatmu bahagia dan setara.
Memahami manchild dan inner child
Manchild mengingatkan kita bahwa usia tidak selalu berjalan seiring dengan kedewasaan. Inner child perlu dirangkul agar sembuh, sedangkan manchild justru cenderung menghindar dari tanggung jawab. Karena itu, sebelum terjebak dalam hubungan yang melelahkan, penting untuk mengenali perbedaannya: apakah pasangan kamu sedang berusaha pulih atau memang enggan tumbuh. Karena kedewasaan bukan sekadar hitungan umur, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab dan menghadapi diri sendiri.

