Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Kabut Asap
Situasi jalan raya di Kota Ambon berselimut kabut asap, Senin (12/10/2026). Sumber: Kompas.com/Rahmat Rahman Patty.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Selimuti Ambon

Oleh:

Ardha Kesuma

Penulis yang aktif dalam gerakan literasi dan lingkungan hidup. Menaruh perhatian pada perkembangan isu publik.

Kota Ambon – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti Kota Ambon, Maluku, hingga Senin (12/10/2026). Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan menutupi sejumlah fasilitas publik, termasuk di jalan raya.

Dampak kabut asap dirasakan Nus, seorang pengayuh becak yang sehari-hari mencari nafkah di Kota Ambon. Ia mengaku matanya terasa perih akibat paparan asap.

“Kabut asapnya bikin mata perih dari subuh tadi. Sudah saatnya kita pakai masker lagi kalau keluar rumah supaya tidak sesak napas,” ujar Nus.

Kabut asap juga menyulitkan pengemudi angkutan umum. Rasmad, seorang sopir angkot, mengaku harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang terganggu.

“Jalur Kebun Cengkeh ke Air Besar ini kan rawan kalau jarak pandang terbatas. Saya harus ekstra hati-hati bawa penumpang, dan memang sudah seharusnya warga maupun sopir pakai masker karena udara terasa tidak sehat,” kata Rasmad.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, mengakui kondisi kabut asap di wilayahnya semakin parah. Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Ini sangat mengganggu jarak pandang. Kami juga mengimbau masyarakat agar memakai masker demi menjaga kesehatan,” ujar Frits.

Frits mengatakan BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon terus berupaya memadamkan titik-titik kebakaran di wilayahnya.

Meski demikian, ia menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Ambon tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di wilayah itu. Sebagian asap merupakan kiriman dari Pulau Seram, Pulau Buru, dan sejumlah wilayah di Papua.

Baca Juga:  Sampah Bantargebang Longsor, 4 Orang Tewas