Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Israel, Gaza, Rafah, Gencatan Senjata
Israel Serang Gaza Di Tengah Gencatan. Sumber Tangkapan Layar Youtube CNN

Israel Kembali Bombardir Gaza di Tengah Gencatan Senjata dengan Hamas

Oleh:

Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangan udara di Kota Gaza pada Selasa (28/10/2025), meskipun kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas masih berlaku. Serangan ini dilakukan atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, setelah menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan menyerang pasukan Israel.

Hingga Rabu (29/10) lebih dari 90 warga Palestina dilaporkan tewas dalam rentetan serangan. Total 42 tewas di Gaza Tengah, 31 di Gaza utara, dan 18 lain di Gaza selatan. Serangan ini menjadi ujian terbaru bagi gencatan senjata rapuh yang dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump awal bulan ini.

Mengapa serangan dilakukan?

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer melancarkan “serangan dahsyat” ke Jalur Gaza setelah menuduh Hamas memalsukan penyerahan jenazah sandera. “Setelah konsultasi keamanan, Perdana Menteri Netanyahu menginstruksikan militer untuk segera melancarkan serangan dahsyat di Jalur Gaza,” bunyi pernyataan resmi kantor perdana menteri, dikutip AFP, Rabu (29/10/2025).

Militer Israel menuduh Hamas merekayasa penemuan jenazah sandera Israel bernama Ofir Tzarfati. Dalam rekaman udara yang dirilis, terlihat tiga orang mengubur jenazah di Gaza lalu berpura-pura menemukannya di hadapan tim Palang Merah. “Organisasi teroris Hamas berpura-pura menemukan jenazah sandera yang telah meninggal untuk menciptakan kesan palsu tentang kepatuhan terhadap perjanjian,” kata militer Israel.

Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, menyatakan hasil pemeriksaan forensik menunjukkan Hamas menyerahkan sebagian jenazah Tzarfati yang sebenarnya sudah dikembalikan ke Israel dua tahun lalu. “Hamas menggali lubang, menempatkan sebagian jenazah Ofir di dalamnya, menutupinya kembali, lalu menyerahkannya kepada Palang Merah,” ujarnya kepada wartawan.

Bantahan Hamas

Palang Merah Internasional atau International Committee of the Red Cross (ICRC) menegaskan tidak mengetahui adanya rekayasa dalam proses penyerahan jenazah dan menyebut timnya hadir dengan itikad baik setelah menerima permintaan resmi dari Hamas. “Tim kami tidak menyadari bahwa jenazah telah ditempatkan di sana sebelumnya. Tidak dapat diterima jika pengambilan jenazah palsu ini direkayasa,” ujar ICRC.

Baca Juga:  Serius Melindungi Data Pribadi

Hamas membantah keras tuduhan Israel dan menilai Tel Aviv sedang mencari alasan untuk kembali menyerang Gaza. “Israel mengarang alasan palsu sebagai persiapan untuk agresi baru terhadap rakyat kami,” kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem. Ia menegaskan Hamas tetap berkomitmen pada gencatan senjata, namun kesulitan menemukan jenazah sandera karena reruntuhan dan keterbatasan peralatan.

Kesepakatan gencatan senjata

Perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober. Kesepakatan ini mengakhiri perang dua tahun yang dipicu oleh serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Kedua pihak kini saling menuduh melanggar gencatan senjata. Wakil Presiden AS JD Vance, yang pekan lalu berkunjung ke Israel bersama rombongan pemerintahan Trump, menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku meski terjadi bentrokan terbaru.

“Itu tidak berarti tidak akan ada pertempuran kecil di sana-sini,” ujarnya di Capitol Hill. “Kami tahu ada serangan terhadap seorang tentara Israel, dan kami memperkirakan Israel akan membalas. Tapi saya yakin perdamaian yang dicapai presiden akan tetap bertahan.”

Media Israel sebelumnya melaporkan baku tembak antara pasukan Israel dan pejuang Hamas di Rafah, Gaza selatan. Militer Israel menolak berkomentar, sementara Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan itu dan menegaskan tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata.

Baca Juga