Puluhan paus terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (9/3/2026). Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang menyatakan sebanyak 21 ekor paus jenis pilot mati.
Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi merinci terdapat 55 ekor paus terdampar di pantai. 21 ekor mati dan sisanya 34 ekor berhasil dikembalikan ke laut. Ukuran panjang paus mati bervariasi mulai dari 2,4 meter hingga 5,1 meter. Paus mati dikuburkan tak jauh dari lokasi terdampar menggunakan ekskavator.
“Totalnya ada 21 ekor yang mati terdampar,” kata Imam.
“Lihat dari sirip dan kepalanya mirip Long-finned pilot whale atau Globicephala melas,” lanjutnya
Kepala Polsek Rote Barat Daya Inspektur Dua Subur Gunawan mengatakan proses penyelamatan paus membutuhkan waktu hingga tiga jam. Petugas dan warga menggiring paus ke kawasan laut lepas menggunakan perahu nelayan dan peralatan seadanya.
”Hampir tiga jam proses penyelamatan dengan cara menggiring kawanan paus ini hingga mencapai titik aman di perairan yang lebih dalam,” ujar Subur.
Warga setempat turut aktif berperan dalam menyelamatkan paus. Atas kejadian ini, dipastikan tidak ada warga yang mengambil dan mengkonsumsi daging paus. Saat ini sampel bagian tubuh paus mati telah diambil oleh dokter hewan untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

