Pemerintah Kota Sukabumi menggelar gala dinner sebagai puncak acara Diplomatic Forum antara Pemkot Sukabumi dengan puluhan negara, di Gedung Juang, Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026). Acara ini juga merupakan rangkaian perayaan HUT 112 tahun Kota Sukabumi.
Wali Kota Ayep Zaki mengungkapkan Pemkot Sukabumi akan menjadi bagian dari forum Diplomatic Club bersama para dubes dari berbagai negara di dunia. Ia menyatakan deretan manfaat pun akan dirasakan oleh masyarakat.
“Kita akan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Kita bisa mengirim guru-guru ke luar negeri untuk kembali membawa inovasi. Bidang kesehatan ini dengan membuka praktikstem celldi Kota Sukabumi. Merekalah yang menawarkan akan membantu dalam bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Ayep di Gedung Juang.
Gala dinner digelar sepanjang empat jam dengan eksplorasi budaya lewat seni dan makanan khas Kota Mochi. Para dubes disambut dengan pertunjukan tari kreasi Jaipong dan permainan khas Kota Sukabumi Bola Boles yang tampil di halaman Gedung Juang. Masyarakat mengaku senang karena dilibatkan dan dapat turut menyaksikan langsung.
Pemain Bola Boles ingin budaya dikenal dunia
Muhammad Apriansyah seorang pemain Boles dari Ponpes Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi mengungkapkan senang terlibat dalam penyambutan tamu dari mancanegara. Ia memaknai sebagai kesempatan untuk mengenalkan permainan budaya Kota Sukabumi kepada dunia.
“Kami sudah biasa tampil di acara. Sering di Jawa Barat. Pernah di Morotai dan Palembang. Tahun 2019-an diundang ke Portugal tapi batal karena pandemi Covid19,” cerita Apriansyah.
“Kami sering kolaborasi dengan pemerintahan untuk bermain. Ingin mengiklankan kebudayan Boles di Sukabumi. Forum diplomasi ini juga jadi kesempatan untuk menghimbaukan masyarakat luar. Harapannya berbagai negara datang melihat Boles, jadi boles ini bisa dikenal sampai mancanegara,” lanjutnya.
Boles atauBola Leungeun Seuneu yang artinya Bola Tangan Api merupakan permainan tradisional khas Kota Sukabumi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Pertunjukan ekstrim dengan ini dilakukan oleh enam pemain yang saling berlawanan mencetak skor dengan memasukkan bola api ke dalam ring lawan.
Boles mirip permainan basket. Bola Boles berasal dari kelapa tanpa sabut yang direndam minyak tanah dan dimainkan dalam tersulut api. Para pemain tak sekadar melempar bola, tetapi setiap gerakannya dilakukan dengan atraksi silat dan melafalkan dzikir. Permainan ekstrim dimainkan dalam pesan seni untuk mengendalikan diri tetapi tetap tangkas dan berani.
Menyambut Duta Besar Jadi Pengalaman Berkesan Penari
10 penari dari Sanggar Tari Catrik Palagan Kota Sukabumi menyajikan pertunjukkan Tari Jaipong sebagai penyambutan kedatangan duta besar ke Gedung Juang. Tarian ini didesain dengan formasi khusus untuk menyambut dan mengiringi duta besar masuk ke dalam gedung. Tari Jaipong ini menjadi wadah untuk mengungkapkan ekspresi dan suasana hati yang antusias dengan kehadiran duta besar ke Kota Sukabumi.
“Excited banget karena baru pertama kali ini Kota Sukabumi mengundang duta besar. Anak-anak Catrik Palagan sangat antusias dan merasa sangat berkesan jugamemorable.” Ucap seorang penari, Salma Yusriah.
Salma menjelaskan bahwa latihan untuk penampilan ini sangat singkat dan konsep tariannya dimodifikasi dengan cepat. Penari harus adaptif dengan kehadiran duta besar dan tamu lain yang tidak dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, karena sudah profesional, penari bisa cekatan menyesuaikan formasi untuk mengiringi duta besar masuk ke Gedung Juang.
Salma mengaku sempat merasa gugup saat akan tampil menyambut tamu internasional di tanah kelahirannya. “Waktu tampildeg-degan karena yang nonton dari negara lain. Jadi kita berpikir gimana caranya memberi tahu bahwa ini Tari Jaipong khas Jawa Barat. Sangatdeg-degan dan takut salah,” kata Salma.
Tari Jaipong merupakan tarian kreasi khas Kota Sukabumi dengan konsep tariannya yang enerjik. Seni pertunjukan ini fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan acara. Jika digunakan untuk panggung besar, Jaipong membutuhkan properti dan dekorasi yang lebih banyak. Namun, Tari Jaipong untuk penyambutan tamu akan menyesuaikan dengan konsep acara.
Salma berharap adanya kunjungan perdana dari mancanegara ini mampu menjadi titik awal seniman muda untuk dikenal dunia. “Sanggar Catrik Palagan ini memang wadah generasi muda untuk melestarikan Budaya khususnya tari tradisional. Harapannya Catrik Palagan bisa meluas dan dikenal di kancah Internasional,” pungkas Salma.
Warga menanti investasi dan pertukaran pelajar
Pertunjukan seni dalam penyambutan tamu gala dinner juga mengundang perhatian warga. Masyarakat turut hadir menyaksikan pertunjukan Tari Jaipong dan Boles di halaman Gedung Juang. Seorang warga, Erna (58), menyampaikan bangga dengan adanya kunjungan duta besar berbagai negara.
Ia mengaku mendapatkan informasi dari media sosial dan menyempatkan diri untuk datang menyaksikan di halaman Gedung Juang. “Saya tau dari facebook,” ujar Erna.
Sebagai warga biasa, Erna berharap kunjungan ini akan membawa dampak baik bagi kaum muda. Lapangan pekerjaan dan kemajuan wawasan menjadi harapan terbesar Erna untuk masa depan Kota Sukabumi.
“Bersyukur alhamdulilah baru kali ini diplomat asing datang di kota ini. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa memajukan Kota Sukabumi. Investasinya yang bisa membuka lowongan kerja juga. Jangan sampai anak-anak mudanya perlu ke mana-mana cari kerja, agar bisa kerja di sini aja,” ungkapnya.
Alhamdulillah kalau ada pertukaran pelajar dan mengirim ke luar negeri. Jadi dapat wawasan baru, nanti anak-anak muda mindsetnya bisa berubah jadi lebih baik,” pungkasnya.

