Harga minyak dunia kembali naik pada Kamis (9/4/2026) imbas ketegangan di Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent naik hingga level 97 dolar AS per barel, setelah mengalami penurunan pada hari sebelumnya saat kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
Kembali melonjaknya harga minyak ini dipicu oleh laporan kantor berita Iran yang menyebutkan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz sempat terhenti akibat serangan Israel di Lebanon.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah hal tersebut dan menyatakan pihaknya melihat tanda-tanda akan dibukanya Selat Hormuz. “Kami melihat tanda-tanda bahwa selat tersebut mulai dibuka kembali,” ujarnya.
Meski demikian, Analis BOK Financial Securities Inc. Dennis Kissler menyampaikan krisis ini kemungkinan tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Menurut Kissler, Selat Hormuz perlu dibersihkan sepenuhnya agar harga minyak WTI turun di bawah $80 per barel, sebuah skenario yang tidak mungkin terjadi dalam dua minggu ke depan.









