Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Terlalu Banyak Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Ini Cara Menguranginya
Gambar: Canva

Terlalu Banyak Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Ini Cara Menguranginya

Oleh:

Annisa Aqila

Menghabiskan waktu berjam-jam dengan duduk mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari bekerja di depan laptop, menonton televisi, hingga bersantai sambil bermain ponsel, tanpa disadari sebagian besar waktu dapat dihabiskan dalam posisi duduk.

Padahal, terlalu banyak duduk dan minim aktivitas fisik tidak hanya berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya?

1. Batasi total waktu duduk setiap hari

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam sehari. Kebiasaan duduk tidak hanya terjadi saat bekerja, tetapi juga ketika berkendara, menonton televisi, makan, atau menggunakan gawai.

Jika memungkinkan, kurangi aktivitas yang membuat tubuh terus berada dalam posisi duduk dan cari kesempatan untuk berdiri atau bergerak di sela-sela rutinitas.

2. Jangan duduk terlalu lama tanpa jeda

Selain memperhatikan total waktu duduk, penting juga untuk menghindari duduk dalam durasi panjang tanpa jeda. Saat bekerja di depan komputer, misalnya, luangkan waktu untuk berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan.

Jeda singkat seperti ini dapat menjadi cara sederhana untuk memutus periode duduk yang terlalu panjang.

3. Tambahkan aktivitas fisik ke rutinitas

Mengurangi duduk saja belum cukup. Tubuh juga perlu mendapatkan aktivitas fisik secara rutin. Pilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membuat tubuh lebih aktif dibandingkan hanya mengandalkan olahraga sesekali.

4. Pilih aktivitas dengan intensitas sedang

Bagi yang sudah terbiasa bergerak, aktivitas dengan intensitas sedang seperti jalan cepat bisa menjadi pilihan. Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa latihan berat atau dilakukan dalam waktu yang panjang.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Resmi Dimulai: Siswa Ikuti Masa Pengenalan, Pengamat Berikan Catatan

Waktu olahraga juga dapat dibagi menjadi beberapa sesi dalam sehari sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kesibukan.

5. Ubah kebiasaan kecil yang membuat tubuh lebih aktif

Membuat tubuh lebih aktif juga bisa dimulai dari pilihan-pilihan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, memilih naik tangga daripada lift, berjalan kaki untuk jarak yang memungkinkan, atau melakukan pekerjaan rumah.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menambah aktivitas fisik tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga.

Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Mulai dari mengurangi waktu duduk, memberikan jeda untuk bergerak, hingga lebih aktif dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Jadi, sudah siap membuat tubuh lebih aktif mulai hari ini?