Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti kenaikan harga pangan yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya. Sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai meliputi cabai, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (12/10/2026).
“Angka 0,88 ini tinggi dan penyumbang utamanya adalah aneka cabai, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Ini penyumbang yang perlu kita waspadai,” ujar Tito.
Tito merinci kenaikan harga cabai merah terjadi di 314 daerah, sedangkan cabai rawit mengalami kenaikan di 268 daerah. Sementara itu, harga daging ayam ras naik di 217 daerah, beras di 127 daerah, dan telur ayam ras di 106 daerah.
Ia mengatakan data kenaikan harga tersebut telah dikirimkan kepada Kepala Badan Pangan Nasional dan Direktur Utama Perum Bulog. Tito secara khusus menyoroti kenaikan harga beras yang terjadi di 127 daerah.
“Ini datanya sudah kami kirimkan juga ke Kepala Badan Pangan Nasional dan Dirut Bulog. Yang perlu kita waspadai adalah beras, 127 daerah,” kata dia.
Tito juga menjelaskan inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 3,19 persen. Menurutnya, kenaikan harga pangan berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau di atas 3,5 harga-harga naik, itu sangat terasa untuk desil satu, desil dua terutama. Masyarakat termiskin 20 persen, hidupnya harian, kenaikan komoditas sekian ribu rupiah saja itu sudah sangat berpengaruh bagi mereka. Kalau kelas menengah mungkin belum terasa,” ujar Tito.

