Seorang influencer media social di Nigeria, Ibrahim Khalil Dan Shagamu, tewas dibunuh dalam rumahnya yang terletak di Kano. Keluarga mengungkapkan menemukan Dan Shagamu dalam kondisi bersimbah darah.
“Ia terbunuh dengan luka parah di kepala. Pemandangannya sangat mengerikan. Kedua ponselnya hilang,” kata Aisha Sharu Lawan, kakak perempuan Dan Shagamu.
Dan Shagamu (57) memiliki banyak pengikut di media sosial seperti Facebook dan TikTok. Ia aktif membagikan konten video memuat pandangannya pada isu politik, agama, dan sosial. Dan Shagamu pernah bekerja sebagai reporter di radio lokal.
Kematian Dan Shagamu ini terjadi saat musim kampanye pemilu tengah berlangsung. Nigeria akan melakukan pemilihan presiden pada 16 Januari 2027.
Lawan mengatakan Dan Shagamu sempat mendapatkan ancaman pembunuhan. Ia mencurigai adanya pelanggaran. “Temannya mengatakan dia berselisih paham dengan beberapa orang yang mengancam akan membunuhnya,” kata Lawan.
Kepala Humas Kepolisian, CSP Abdullahi Kiyawa, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (9/9/2026) bilang telah mengangkap dua tersangka terkait kasus penusukan yang menewaskan seorang influencer di kawasan Gaida, wilayah pemerintahan daerah Kumbotso.
Menurut polisi, insiden terjadi pada hari Senin (8/9/2026) sekitar pukul 23.30 waktu setempat, ketika sekelompok orang yang diduga preman memaksa masuk ke kediaman korban dan menyerangnya menggunakan senjata tajam.
Pihak Komando menyatakan telah menerima laporan darurat dari Komandan Kelompok Vigilante Gaida dan segera mengerahkan personel dari Divisi Kepolisian Kumbotso ke lokasi kejadian. Danshagamu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Spesialis Murtala Mohammed di Kano, tetapi dokter menyatakan ia telah meninggal dunia saat tiba.
Kepala Kepolisian Negara Bagian Kano (Commissioner of Police), Ibrahim Adamu Bakori, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini dan meyakinkan warga bahwa para pelaku akan diproses secara hukum.
“Kepolisian Negara Bagian Kano tidak akan kendur dalam menjalankan mandatnya untuk melindungi nyawa dan harta benda. Kami menjamin kepada masyarakat Kano bahwa penegakan hukum akan dilakukan hingga tuntas,” ujarnya.

