Penularan antraks dari hewan ke manusia kembali terjadi. 4 warga Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul dinyatakan positif antraks usai mengkonsumsi daging kambing yang mati mendadak.
Budaya brandu telah lama marak di Gunungkidul. Aktivitas brandu merupakan gotong royong meringankan beban pemilik ternak yang hewan ternaknya sakit dan hampir mati.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, menjelaskan kasus ini terjadi pada awal September 2026. Pada saat ini empat orang yang dinyatakan positif antraks tersebut telah dinyatakan sembuh.
“Tujuh orang itu menjalani PCR dan hasilnya yang positif konfirmasi antraks ada empat orang,” kata Ismono di Gunungkidul, Kamis (1/10/2026).
“Untuk empat pasien konfirmasi sudah diobati dan sembuh, sedangkan populasi berisiko seluruhnya diberikan antibiotik profilaksis. Selain itu, polulasi berisiko tetap diamati sampai 60 hari atau dua kali masa inkubasi,” lanjutnya.
Ismono mengatakan pada saat kejadian, pihaknya langsung bergerak melakukan tracking kepada warga yang potensial tertular.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul langsung menguji sampel tanah dari lokasi penyembelihan. DPP Gunungkidul juga kembali mengedukasi warga agar ternak yang mati mendadak tidak dibrandu.

