Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan skema war ticket dalam penyelenggaraan haji masih sebagai wacana. Hal ini diungkapkan menyangkut respon pro kontra yang terjadi di ruang publik.
Dahnil menegaskan war ticket belum menjadi kebijakan yang akan diterapkan pada tahun ini. “Ini bukan kebijakan tahun ini loh. Jangan salah tulis nanti, ini bukan kebijakan tahun ini, tapi wacana,” ungkap Dahnil di Asrama Haji Tangerang, Jumat (10/4/2026).
Dahnil menyampaikan pemerintah tengah mengupayakan peringkasan antrian haji dengan melakukan transformasi dalam penyelenggaraan haji. “Ini wacana dalam rangka menyelesaikan masalah antrean yang sangat panjang seperti amanah Presiden. Ini bukan kebijakan, kami sedang cari transformasi perhajian supaya memperpendek antrean,” ujarnya.
Dahnil membeberkan pada 2030 nanti Pemerintah Arab Saudi merencanakan akan menerima lebih dari lima juta jemaah haji. Ia memprediksi jumlah kuota jemaah haji di Indonesia akan bertambah hingga 150 persen. Menurutnya, adanya tambahan tersebut belum tentu dapat dipenuhi dengan kondisi keuangan haji saat ini.
War ticket haji pun menjadi wacana yang bergulir di ruang publik. Wacana ini akan diberlakukan di luar kuota reguler yang telah terjadwal, sehingga tidak berpengaruh bagi jemaah yang tengah menunggu antrian.

