Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
Energi
Ilustrasi letih saat jam produktif

Energi Sering Drop di Tengah Hari? Mungkin Pola Makanmu Belum Seimbang

Oleh:

Annisa Aqila

Pernah merasa semangat di pagi hari, tetapi baru memasuki siang tubuh sudah lemas dan sulit berkonsentrasi? Kondisi ini sering disebut sebagai energy crash, yaitu penurunan energi secara tiba-tiba yang membuat aktivitas menjadi kurang maksimal. Salah satu penyebabnya berasal dari pola makan yang belum seimbang. Tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak dalam jumlah yang tepat atau dikenal sebagai balanced macronutrient agar energi tetap stabil sepanjang hari.

Dilansir dari Healthline, macronutrient merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiga nutrisi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi sehingga membantu tubuh memperoleh energi secara bertahap dan mengurangi risiko mengalami energy crash.

Lalu, bagaimana masing-masing makronutrien membantu menjaga energi tetap stabil?

1. Karbohidrat sebagai sumber energi utama

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian diserap ke dalam aliran darah sebagai bahan bakar bagi sel-sel tubuh.

Tidak hanya dibutuhkan untuk aktivitas fisik, glukosa juga menjadi sumber energi utama bagi otak agar tetap fokus, berpikir jernih, dan berkonsentrasi. Oleh karena itu, mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina dan produktivitas sepanjang hari.

Namun, memilih jenis karbohidrat juga perlu diperhatikan. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, ubi, dan roti gandum umumnya mampu memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat sederhana yang dapat menyebabkan gula darah naik dan turun dengan cepat.

2. Protein membantu kenyang lebih lama

Selain berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, protein juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Protein dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sehingga pelepasan energinya berlangsung secara bertahap. Kondisi ini membantu mencegah rasa lapar datang terlalu cepat sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Baca Juga:  Kenapa Kita Sulit Berhenti Scroll Video Pendek?

Asupan protein yang cukup juga dapat membantu mengontrol nafsu makan, mendukung massa otot, serta membuat tubuh tetap bertenaga selama menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Lemak menjadi cadangan energi jangka panjang

Lemak sering kali mendapat stigma sebagai nutrisi yang harus dihindari. Padahal, lemak memiliki fungsi penting sebagai cadangan energi jangka panjang. Ketika tubuh membutuhkan energi tambahan, misalnya saat berpuasa atau melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama, cadangan lemak akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi.

Selain itu, lemak juga berperan dalam membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K serta mendukung produksi hormon dalam tubuh. Meski demikian, pilihlah sumber lemak sehat seperti alpukat, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.

Mengapa ketiga makronutrien perlu dikombinasikan?

Mengandalkan satu jenis nutrisi saja sering kali membuat energi tubuh tidak bertahan lama. Misalnya, mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat tanpa protein dan lemak dapat menyebabkan gula darah meningkat dengan cepat, tetapi juga lebih cepat turun sehingga tubuh kembali merasa lemas.

Sebaliknya, mengombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak dalam satu kali makan membantu memperlambat proses pencernaan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta memberikan pasokan energi yang lebih konsisten sepanjang hari.

Itulah sebabnya, pola makan balanced macronutrient menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah mengalami energy crash.

Jadi, jika kamu sering merasa lemas atau mengantuk di tengah hari, mungkin bukan karena aktivitas yang terlalu padat, melainkan karena komposisi makanan yang dikonsumsi belum seimbang. Mulailah mengombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak sehat dalam setiap waktu makan agar tubuh memperoleh energi yang lebih stabil dan mampu menjalani aktivitas dengan lebih optimal.

Baca Juga:  Sama-Sama Merusak, Ini 3 Perbedaan Deforestasi dan Degradasi Hutan