Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Aksi menyuarakan isu pendidikan, terutama tuntutan agar pemerintah merealisasikan pendidikan gratis serta memperbaiki kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
Koordinator BEM SI se-Jabodetabek Banten, Adelia Afifatuzzahra, mengatakan mahasiswa akan terus mengawal janji Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan gratis, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
“Karena pada hari ini kita melihat janji Bapak Prabowo Subianto untuk menggratiskan pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi, ini merupakan janji yang begitu besar. Sehingga kita dari mahasiswa ataupun Badan Eksekutif Mahasiswa aliansi BEM SI akan terus mengawal isu ini sampai itu disahkan,” kata Adelia.
Bawa 4 Tuntutan Pendidikan
Seruan aksi sebelumnya disampaikan BEM SI melalui akun Instagram resminya, @bem_si. Dalam poster bertajuk ‘Seruan Aksi Nasional’ BEM SI menyatakan pendidikan gratis bukan sekadar janji, melainkan hak yang harus dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, dari Aceh hingga Papua dan dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
BEM SI juga menyoroti kondisi guru dan tenaga pendidik. Mereka menilai para tenaga pendidik yang berperan mencerdaskan generasi bangsa berhak memperoleh kesejahteraan, kepastian, dan penghargaan yang layak.
Dalam aksi ini, BEM SI membawa empat tuntutan utama. Pertama, mendesak pembahasan dan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) secara partisipatif dan komprehensif. Kedua, mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis.
Ketiga, BEM SI menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Keempat, meminta pemerintah menjamin keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Polisi Kerahkan 3.983 Personel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan untuk mengamankan aksi, kepolisian menyiapkan 3.983 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan pengamanan dalam (Pamdal).
“Sebanyak 3.983 personel gabungan disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut, terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, serta 400 personel pengamanan dalam,” ujar Budi.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar Gedung DPR/MPR. Masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Gatot Subroto diimbau mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan selama aksi berlangsung.

