Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
Judul Halaman Otomatis
IGK Manila

Penghormatan Terakhir untuk IGK Manila, Sosok Pengabdi Bangsa

Oleh:

Annisa Aqila

JakartaIGK Manila atau I Gusti Kompyang Manila, wafat pada Senin (18/8/2025) pagi di Rumah Sakit Bunda Jakarta pada pukul 08.59 WIB. Almarhum yang dikenal sebagai tokoh militer, politisi, sekaligus penggiat olahraga itu meninggal dunia di usia 83 tahun.

Jenazah IGK Manila disemayamkan di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung ABN NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, hingga Rabu (20/8/2025). Sejumlah tokoh politik, pejabat negara, hingga purnawirawan TNI hadir silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.

Duka dari Keluarga dan Tokoh Bangsa

Kepergian IGK Manila meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sejak awal turut mendampingi proses persemayaman. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dedikasi yang diberikannya adalah dengan segala ketulusan hati tanpa mengenal lelah memberikan seluruh kekuatan energi yang dia miliki bagi sesuatu yang berarti bagi ruang, kapasitas, dan tanggung jawab yang ada di pundaknya,” ujar Surya Paloh, dikutip dari Kompas.com.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar, dan mantan Menteri Perumahan Rakyat Siswono Yudo Husodo hadir memberikan penghormatan terakhir. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso juga ikut menyampaikan belasungkawa, menandai kehadiran tokoh-tokoh penting yang menghormati jasa dan pengabdian IGK Manila.

Menurut Sutiyoso, IGK Manila semasa hidup dikenal rendah hati dan memiliki kepedulian besar terhadap dunia olahraga. Ia bahkan tercatat sebagai sosok yang membawa Persija Jakarta meraih gelar juara Liga Indonesia pada 2001.

Jejak Panjang Pengabdian IGK Manila

IGK Manila dikenal luas sebagai perwira TNI yang menorehkan jejak penting dalam sejarah Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua STPDN (1995–1998), Sekretaris Jenderal di Departemen Penerangan (1998–2000), dan Wakil Ketua Umum ORARI.

Baca Juga:  Apa Makna Aura Farming dalam Tradisi Pacu Jalur?

Pada masa transisi politik, IGK Manila tercatat sebagai perwira yang menjaga Presiden Soekarno di Wisma Yaso, sekaligus menjadi saksi sejarah pergantian kekuasaan nasional.

Di luar karier militer dan kiprah politik, IGK Manila dikenal sebagai “Bapak Wushu Indonesia”. Ia memimpin pengembangan olahraga wushu di tanah air dan mengelola tim nasional Indonesia yang berhasil meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Di dunia sepak bola, ia membawa Persija menjuarai Liga Indonesia dan juga memimpin klub Bandung Raya meraih gelar Liga Indonesia pada 1996.

Prosesi Pemakaman

Upacara penghormatan terakhir digelar pada Rabu (20/8/2025) pukul 08.00 WIB di Aula ABN, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan agenda tutup peti. Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan ke Krematorium Sentosa RSPAD Gatot Subroto untuk prosesi kremasi.

Sebelum keberangkatan, akan digelar upacara kebesaran di ABN sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir masih dapat hadir di Gedung ABN hingga prosesi pelepasan berlangsung.

Sosok yang Akan Selalu Dikenang

Kepergian IGK Manila menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia di berbagai bidang. Dari karier militernya yang membentuk disiplin dan keteguhan, kiprahnya di dunia politik yang memperjuangkan kepentingan bangsa, hingga kontribusinya di bidang olahraga yang mengharumkan nama Indonesia, setiap langkahnya meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Warisan IGK Manila bukan hanya tercermin dalam prestasi dan jabatan yang diembannya, tetapi juga dalam nilai kepemimpinan, dedikasi, dan integritas yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya. Kehadirannya menginspirasi generasi penerus untuk meneladani semangat pengabdian tanpa pamrih demi kemajuan bangsa.