Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku belum mendapatkan informasi mengenai merosotnya harga ayam hidup. Namun, ia akan segera melakukan pengecekan.
“Turun? Maksudnya? Nanti aku cek,” kata Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Harga ayam hidup terus mengalami penurunan pasca-lebaran 2026. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Jawa Timur Kholid menyebut harga ayam berada di bawah biaya produksi.
“HPP peternak broiler Jatim rata-rata di Rp20.000, harga LB saat ini Rp18.000, kerugian peternak Rp2.000 per kg,” ujar Kholid.
Kholid meminta pemerintah agar mengambil langkah untuk menahan penurunan harga. “Pemerintah segera mengimbau minggu depan agar pelaku usaha besar wajib menjual ayam minimal di harga HPP yaitu Rp20.000,” lanjutnya.
Anggota Peternak Rakyat Mandiri Indonesia Asep Saepudin menyampaikan penurunan harga akibat kelebihan pasokan. Ia menyoroti permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan optimal.
“Penyebabnya sebagian besar ayam yang tidak terserap setelah Idul Fitri dan program MBG belum berjalan sehingga terjadi penumpukan di ayam besar,” ujar Asep.
Mentan Arman menyampaikan solusi jangka panjang dan jangka pendek untuk menjaga stabilitas harga ayam. Pihaknya telah menyiapkan langkah pengendalian pasokan dan harga ayam dengan membangun pabrik pakan dan day old chick (DOC) milik pemerintah.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp20 triliun untuk pabrik pakan dan DOC. “Solusi permanennya adalah membangun pabrik-pabrik pakan dan DOC itu milik pemerintah,” ujar Arman.
Arman juga menjanjikan akan segera memanggil pelaku usaha ayam, termasuk produsen pakan. Ia meminta agar tidak ada kenaikan harga pakan. “Jangka pendek kami akan panggil tolong pabrik pakan jangan naikkan harga,” pungkasnya.









