Presiden Prabowo kembali merombak Kabinet Merah Putih. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ganti nahkoda, dari Purbaya ke Suahasil Nazara. Dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang solid.
Suahasil menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1994, kemudian melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science pada tahun 1997. Ia selanjutnya memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada tahun 2003.
Karier Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan dimulai pada 6 Februari 2015, ketika ia dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Dalam posisi ini, ia mulai terlibat secara langsung dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.
Sekitar satu tahun kemudian, tepatnya pada 31 Oktober 2016, ia dilantik sebagai Kepala BKF definitif. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis sebagai salah satu perancang utama arah kebijakan fiskal pemerintah, termasuk dalam perencanaan anggaran, pengelolaan defisit, serta respons terhadap dinamika ekonomi domestik dan global.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi kelanjutan kariernya di jajaran pimpinan Kementerian Keuangan. Pada 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dalam kapasitas ini, ia mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan fiskal, termasuk dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan menjaga stabilitas fiskal nasional.
Kepercayaan terhadap kapasitas dan kepemimpinannya berlanjut pada periode pemerintahan berikutnya. Dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto, Suahasil kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024. Keberlanjutan posisi ini mencerminkan konsistensi peran dan pengaruhnya dalam pengelolaan kebijakan ekonomi nasional, khususnya di bidang fiskal.
Di luar karier birokrasi, Suahasil juga memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik. Ia telah mengabdi sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak tahun 1999 dan dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi pada tahun 2009. Dalam lingkungan akademik, ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Sarjana Ilmu Ekonomi (2004–2005), Kepala Lembaga Demografi (2005–2008), serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013).
Selain itu, Suahasil juga aktif dalam berbagai peran strategis di tingkat nasional. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan di bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015), serta Koordinator Kelompok Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Kantor Wakil Presiden (2010–2015). Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014), yang semakin memperkuat perannya dalam perumusan kebijakan publik berbasis data dan analisis ekonomi.
Dengan rekam jejak akademik dan birokrasi yang panjang, Suahasil menjadi salah satu figur kunci dalam arsitektur kebijakan fiskal Indonesia. Pengalamannya yang beririsan antara dunia akademik dan pemerintahan menjadikannya memiliki perspektif yang komprehensif dalam melihat tantangan ekonomi nasional, sekaligus merumuskan kebijakan yang responsif terhadap dinamika pembangunan.

