Hari ASI Sedunia atau pekan menyusui diperingati setiap tanggal 1–7 Agustus. Tahun ini, hari asi sedunia tidak hanya mengajak masyarakat memahami manfaat ASI, tetapi juga mengingatkan bahwa ibu tidak bisa menjalani proses menyusui sendirian.
Melalui tema Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works, World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) mengajak semua pihak untuk memperkuat dukungan yang selama ini terbukti membantu ibu menyusui. Mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga pemerintah, semuanya memiliki peran agar ibu dapat memberikan ASI dengan nyaman.
Lantas, mengapa dukungan untuk ibu menyusui begitu penting?
1. Menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu
Banyak orang menganggap menyusui adalah tugas seorang ibu. Padahal, keberhasilan menyusui juga dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya.
Misalnya, pasangan yang membantu mengurus bayi, keluarga yang memberikan semangat, atau lingkungan yang tidak menghakimi ketika ibu mengalami kesulitan menyusui. Dukungan sederhana seperti ini dapat membuat ibu merasa lebih tenang dan percaya diri.
2. Tenaga kesehatan membantu ibu menghadapi tantangan menyusui
Tidak semua ibu langsung bisa menyusui dengan lancar. Ada yang mengalami ASI belum keluar, bayi kesulitan menyusu, atau merasa khawatir ASI yang diberikan tidak cukup.
Di sinilah peran tenaga kesehatan sangat penting. Melalui edukasi dan pendampingan, ibu dapat memperoleh informasi yang benar serta bantuan ketika mengalami kendala selama menyusui.
3. Tempat kerja juga berperan mendukung ibu menyusui
Bagi ibu yang kembali bekerja setelah melahirkan, menyusui sering kali menjadi tantangan.
Oleh karena itu, kampanye Hari ASI Sedunia 2026 juga mengajak tempat kerja untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi ibu menyusui, misalnya dengan menyediakan ruang laktasi atau memberikan waktu bagi ibu untuk memerah ASI.
Dengan dukungan tersebut, ibu tetap bisa memberikan ASI meski sudah kembali bekerja.
4. Dukungan hari ini berdampak bagi masa depan anak
Ketika ibu mendapat dukungan yang cukup, peluang keberhasilan menyusui menjadi lebih besar. Bayi pun dapat memperoleh ASI sesuai anjuran, sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi pada masa awal kehidupan.
Tidak hanya itu, menyusui juga membantu mengurangi penggunaan susu formula dan limbah kemasannya, sehingga ikut memberikan manfaat bagi lingkungan.
Hari ASI Sedunia 2026 mengingatkan bahwa menyusui bukan perjuangan yang harus dijalani ibu seorang diri. Dibutuhkan dukungan dari pasangan, keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga pemerintah agar ibu dapat memberikan ASI dengan lebih nyaman.
Lewat tema Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works, WABA mengajak semua pihak untuk terus mendukung ibu menyusui. Karena, dukungan sekecil apa pun dapat membantu memberikan awal kehidupan yang lebih sehat bagi setiap anak.









