Jayapura – Gubernur Papua Matius D Fakhiri dalam peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) ke-24 menyampaikan manfaat Otsus bagi masyarakat. Namun, ia pun mengakui Otsus belum menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
“Kita harus jujur bahwa Otsus itu sudah dirasakan oleh masyarakat, tetapi belum menyentuh secara menyeluruh,” ungkap Gubernur Fakhiri.
Fakhiri juga menyinggung kasus meninggalnya ibu hamil dan bayi usai mengalami penolakan di empat rumah sakit. Ia berjanji akan memperhatikan kegunaan Otsus dengan lebih baik. Pihaknya menjanjikan pembangunan Papua melalui penguatan bidang kesehatan.
“Jika memang mau menolong orang Papua, maka kejadiannya tidak seperti kemarin. Dimana ada ibu yang meninggal, mereka inilah yang harus ditolong. Karena merekalah yang akan melahirkan anak-anak Papua, generasi emas Papua ke depannya,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang ibu hamil beserta bayinya meninggal setelah ditolak empat rumah sakit di Papua, Senin (17/11/2025) dini hari. Irene Sokoy warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit usai mengalami beberapa penolakan.
Empat rumah sakit yang disebut menolak melayani Irene adalah RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara. Penolakan diduga lantaran tidak adanya dokter dan penuhnya kamar untuk layanan BPJS yang digunakan Irene.

