Jika berkunjung ke Kota Sukabumi, ada satu pemandangan yang sulit ditemukan di kota lain di Indonesia, yaitu angkot dengan warna yang beragam. Mulai dari merah muda, ungu, hitam, biru, hijau, kuning, hingga putih, angkot-angkot tersebut hilir mudik di jalanan kota setiap hari.
Bagi wisatawan, pemandangan angkot Sukabumi ini mungkin terlihat unik dan menarik. Namun, di balik warna-warni tersebut ternyata ada sejarah panjang dan fungsi penting yang memudahkan masyarakat dalam bepergian.
Apa yang membuat angkot di Sukabumi memiliki warna yang berbeda-beda?
1. Warna angkot digunakan sebagai penanda jurusan
Alasan utama munculnya angkot warna-warni di Sukabumi adalah untuk memudahkan masyarakat mengenali trayek atau jurusan. Setiap warna mewakili rute yang berbeda sehingga penumpang tidak perlu selalu menghafal nomor trayek. Sistem ini membuat masyarakat lebih mudah menentukan angkot yang harus dinaiki. Cukup dengan mengingat warna kendaraan sesuai tujuan perjalanan, penumpang dapat langsung mengenali angkot yang tepat.
Berbeda dengan beberapa daerah lain yang menggunakan warna seragam dan hanya membedakan nomor trayek, Sukabumi memilih pendekatan yang lebih sederhana dan mudah dikenali oleh masyarakat sehari-hari.
2. Sebelum tahun 1996 mayoritas angkot berwarna biru
Tidak banyak yang mengetahui bahwa angkot Sukabumi dahulu tidak sewarna-warni sekarang. Sebelum tahun 1996, sebagian besar angkot di kota ini menggunakan warna biru. Pada masa itu, penumpang harus memperhatikan kode atau nomor trayek yang tertera pada kendaraan untuk mengetahui tujuan perjalanan. Sistem tersebut dinilai kurang praktis, terutama bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan transportasi umum.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi kemudian mengusulkan penggunaan warna berbeda pada setiap trayek. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada tahun 1996 dan menjadi awal lahirnya identitas angkot warna-warni yang masih bertahan hingga sekarang.
3. Setiap trayek memiliki warna yang berbeda
Saat ini terdapat sekitar 18 trayek angkot yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Sukabumi. Masing-masing trayek memiliki warna yang berbeda sebagai identitasnya.
Beberapa di antaranya adalah:
- Biru untuk sejumlah trayek seperti Bungbulang, Subang Jaya, dan Baros.
- Kuning untuk trayek Lembursitu dan Degung.
- Merah untuk trayek Dwikora, Goalpara, Selabintana, dan Limusnunggal.
- Hijau muda untuk trayek Cisaat.
- Hijau tua untuk trayek Balandongan.
- Putih untuk trayek Bhayangkara.
- Oranye untuk trayek Cicadas.
- Ungu untuk trayek Nanggeleng.
- Hitam untuk trayek Jubleg.
- Merah muda untuk trayek Sukabumi–Sukaraja.
Menariknya, pemilihan warna tidak sepenuhnya ditentukan pemerintah daerah. Pengurus trayek diberikan beberapa pilihan warna dan dapat menentukan warna yang akan digunakan sebagai identitas trayek mereka.
4. Menjadi ikon khas Kota Sukabumi
Selain berfungsi sebagai penanda jurusan, angkot warna-warni kini telah menjadi salah satu ikon Kota Sukabumi. Keberadaannya membuat Sukabumi memiliki identitas yang berbeda dibandingkan kota-kota lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Pada era 2000-an, ketika angkot menjadi moda transportasi utama masyarakat, sistem warna ini terbukti membantu mobilitas warga. Hingga kini, lebih dari 2.000 unit angkot masih beroperasi melayani berbagai trayek di Sukabumi.
Bagi wisatawan, deretan angkot berwarna-warni yang melintas di jalanan Sukabumi sering kali menjadi pemandangan unik yang menarik perhatian. Sementara bagi warga setempat, warna-warna tersebut sudah menjadi penanda trayek yang memudahkan aktivitas sehari-hari sekaligus bagian dari identitas kota yang begitu lekat.
Jadi, kalau selama ini Sukabumi hanya identik dengan mochi atau wisata alamnya, mungkin sudah saatnya menambahkan pengalaman melihat langsung angkot warna-warni ke dalam daftar alasan untuk berkunjung ke Sukabumi. Siapa tahu, pemandangan sederhana yang setiap hari menghiasi jalanan kota ini justru menjadi hal yang paling membekas. Jadi, kapan kamu mau ke Sukabumi?









